Photobucket

Trubus Agro Expo 2009 Cibubur 26 Feb - 8 Maret 2009

Diposting oleh emirgarden | Senin, Maret 02, 2009 | | 0 komentar »


Setelah Museum Purna Bhakti Pertiwi pada bulan Februari 2009 lalu, kini giliran Taman Bunga Wiladatika – Cibubur dijadikan ajang perhelatan Trubus Agro Expo 2009. Pameran / bursa tanaman hias dan hortikultura yang merupakan rangkaian Agro Expo 2009 ini akan berlangsung mulai tanggal 26 Februari – 8 maret 2009.

Seperti pada perhelatan-perhelatan sebelumnya, umumnya Trubus Agro Expo di Taman Wiladatika – Cibubur terkesan sedikit “lebih kecil” dibandingkan Trubus Agro Expo di Museum Purna Bhakti Petiwi – TMII maupun di Lapangan Parkir Timur Senayan ( Parkit ).

Dengan jumlah stand dibawah 100 unit, memang Trubus Agro Expo Cibubur kali ini terkesan lebih “sempit” dibanding November 2008 lalu. Namundemikian semua stand terisi penuh dengan peserta, dan ternyata masih cukup mampu menarik penggemar tanaman hias ibukota untuk mengunjunginya.

Menurut beberapa peserta yang sempat ditemui, sejak mulai dibuka pada hari Kamis sampai hari ke-empat (Minggu), jumlah pengunjung lumayan banyak, terutama pada hari Sabtu dan Minggu. Demikian pula transaksi yang terjadi, dinilai cukup baik, mengingat akhir-akhir ini bisnis tanaman hias secara umum masih belum terlalu mengembirakan.

Dari sekian banyak stand peserta, aglaonema masih terlihat mendominasi. Demikian pula transaksi yang terjadi, aglaonema nampaknya merupakan tanaman hias yang paling banyak dibeli pengunjung pameran. Faktor harga yang semakin terjangkau merupakan salah satu penyebabnya. Seorang ibu yang menenteng tiga pot aglaonema mengatakan : “ Dahulu saya kepingin banget punya aglo jenis ini, tapi sayang harganya nggak kejangkau. Sekarang, dengan harga yang jauh lebih murah akhirnya kebeli juga “, ujarnya senang.

Selain aglaonema, Anthurium, adenium dan Puring juga masih tampak memiliki penggemar tersendiri. Hanya Sansevieria yang hampir tidak begitu kelihatan pada pameran kali ini.

Jumlah stand yang sangat terbatas, nampaknya tidak membuat suasana pameran lantas menjadi sepi, hal ini disebabkan selain menggelar ajang pameran / bursa, panitia juga menggelar beberapa lomba dan acara pendukung lainnya, diantaranya adalah :

1. Parade Aglaonema Silangan Greg Hambali ( Silahkan baca laporannya tersendiri ).
2. Lomba Aglaonema Hybrid Indonesia, yang berlangsung tanggal 1 maret 2009
3. Lomba Anthurium, yang berlangsung tanggal 8 Maret 2009
4. Lomba Puring, yang berlangsung tanggal 8 maret 2009
5. Gelar Durian Enak dan Murah

Untuk mengetahui situasi dan kondisi umum pameran, silahkan menyimak beberapa foto yang diambil pada hari minggu, tanggal 1 Maret 2009 berikut ini.

Suasana Pameran




























Baca Selengkapnya.... »»
Bookmark and Share

Gerbera, Bunga Potong Nan Indah

Diposting oleh emirgarden | Jumat, Februari 20, 2009 | | 0 komentar »


Demam tanaman hias saat ini sedang melanda berbagai kota besar di Tanah Air. Harga tanaman hias bisa mencapai ratusan juta rupiah; sesuatu yang berkesan di luar rasionalitas. TENTU tidak pemilik nursery, atau penangkar tanaman hias, menuai untung. Bahkan tidak sedikit orang yang mengalami keambrukan dalam berbisnis tanaman hias.

Banyak faktor yang menyebabkan mereka terpuruk, mulai dari faktor alam, kurangnya pengetahuan bercocok tanam dan karakteristis tanaman hias, hingga gagal
bersaing akibat ikut-ikutan tren saja.

Fenomena ini juga melanda para penangkar tanaman hias terlaris saat ini, anthurium, khususnya jenis jenmanii dan gelombang cinta. Ketika gagal, mereka mencoba dan terus mencoba, sampai akhirnya makin terpuruk.
Ah, mengapa tidak melirik potensi lain? Bukankah banyak sekali potensi tanaman hias serta tanaman bunga yang bisa dibudidayakan untuk menjadi idola baru? Salah satu bunga hias yang saat ini luput dari pantuan penangkar dan penggemar adalah tanaman gerbera. Padahal bunga tanaman ini sangat indah, tak kalah dari mawar dan tulip.
Tanaman ini memang belum berkembang pesat di Indonesia, terutama sebagai komoditas komersial. Dalam program penelitian dan pengembangan hortikultura di Indonesia, gerbera dimasukkan sebagai tanaman introduksi dari luar negeri.

Tetapi jika bisa dikembangkan di Indonesia, pasti akan menjadi komoditas potensial. Apalagi tanaman ini terbukti mampu mengusir berbagai jenis polutan, baik dari asap rokok, asap kendaraan bermotor, maupun asap pabrik.

Prospek budidaya tanaman gerbera juga cukup cerah, mengingat peminatnya di dalam negeri makin banyak. Ini dapat dilihat dari dominannya bunga gerbera dalam berbagai rangkaian/karangan bunga.

Empat Jenis

Berdasarkan bentuk bunga, terutama struktur helai mahkota bunganya, gerbera dibagi menjadi empat jenis :

Pertama, gerbara berbunga selapis. Helai mahkota bunganya tersusun selapis, dan umumnya berwarna merah, kuning, atau merah jambu.

Kedua, gerbera berbunga dua. Helai mahkotanya tersusun dari dua lapis. Susunan lapis luar berbeda dari lapis dalamnya. Termasuk jenis ini antara lain Gerbera jamensonii, atau sering disebut fantasy double purple, yang berwarna merah.

Ketiga, gerbera berbunga tiga lapis. Contohnya adalah fantasy triple red yang berbunga merah dengan variasi kuning atau hijau-kekuningan. Namun jenis ini juga memiliki nama spesies yang sama, yaitu Gerbera jamensonii.

Keempat, gerbera hibrida yang dihasilkan Holand Asia Flori Net di Belanda. Misalnya gerbara yustika (pink merah), orange jaffa (oranye cerah) dan ventury (oranye tua). Ukuran bunganya jauh lebih besar daripada tiga jenis terdahulu.

Perbanyakan tanaman ini relatif mudah. Media tanam yang ideal adalah tanah lempung yang berpasir, subur, dan banyak mengandung bahan organik atau humus.
Derajat keasaman (pH) tanah yang cocok untuk budi daya gerbera adalah 5,5 - 6,0 (kondisi asam). Benih dapat diperbanyak secara generatif. Benih diseleksi dari biji yang memiliki daya kecambah atau berdaya tumbuh tinggi, dengan penampilan yang bernas.

Perbanyakan vegetatif juga bisa dilakukan, terutama secara kultur jaringan/anakan. Bahan terdiri atas mata tunas lateral dari batang tanaman gerbera yang sehat dan dari jenis unggul.

Penanaman

Sebelum menanam, siapkan lubang tanam selebar dan sedalam daun. Cang-kul pada jarak tanam 20-25 cm dalam barisan, serta 35-40 cm antarbarisan. Waktu terbaik untuk menanam adalah pagi hari (06.00 - 09.00) atau sore hari (15.00 - 17.00).
Lubang tanam dibasahi sampai lembab. Bibit ditanam secara tegak di tengah-tengah lubang, sambil memadatkan tanah di sekitar pangkal tanaman. Lalu siramlah bedengan sampai cukup basah.

Agar pertumbuhannya bagus, kita mesti melakukan pemupukan secara rutin, minimal sebulan sekali. Jenis pupuk yang dianjurkan adalah NPK serta unsur mikro lainnya. Pupuk NPK diberikan dengan dosis 2-4 gram/tanaman, dengan periode sekali dalam sebulan. Dengan demikian, setiap hektare lahan membutuhkan 200 -400 kg pupuk.
Caranya, benamkan pupuk dalam larikan atau lubang di antara tanaman. Pupuk bisa diberikan dalam bentuk larutan dengan konsentrasi 10 gram/10 liter air, dan diberikan sebanyak 200-250 ml/tanaman dengan periode pemberian 10 hari sekali. Pupuk daun dapat diberikan sesuai dengan anjuran.

Yang juga perlu diperhatikan adalah penyiraman pada fase awal pertumbuhan tanaman. Kegiatan ini dapat dilakukan 1-2 kali dalam sehari. Pemberian air selanjutnya berangsur-angsur bisa dikurang. Nah, selamat mencoba. (Dela SY,dari berbagai sumber-32)

suara merdeka
Pic from growersbox

Baca Selengkapnya.... »»
Bookmark and Share

Tabulampot, Cara Menjaga Penampilannya

Diposting oleh emirgarden | Rabu, Februari 18, 2009 | | 0 komentar »

Penampilan tabulampot, terletak pada postur tanaman yang pendek, bermahkota bagus, dan tunas-tunas bunga-buah terangsang untuk tumbuh. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemangkasan dan pembentukan pohon.

Caranya:

1. Pakai rumusan “139″

Artinya, pelihara hanya 1 batang utama (pokok) pada ketinggian 60 - 100 cm, 3 cabang primer terpilih sepanjang 30 - 50 cm, dan 9 cabang sekunder terpilih sepanjang 30 - 50 cm. Lakukan pemangkasan pada musim penghujan. Setelah dipangkas, olesi setiap luka pangkasan dengan cat atau ter.

2. Pengeringan sementara

Untuk merangsang pembungaan tabulampot sawo, lakukan dengan teknik pengeringan media tanam. Caranya, biarkan media tanam dalam pot tidak disiram selama beberapa hari (tapi jangan sampai layu permanen). Setelah itu, siram sedikit demi sedikit, lalu keringkan lagi hingga tanaman tampak layu. Setelah itu, siram perlahan-lahan sampai cukup basah. Lakukan ini selama 4 - 6 minggu.

3. Pupuk lagi

Jika tetap tidak berbunga, tambahkan pupuk TSP sebanyak 50 gr/pot.

4. Pakai saja ZPT

Untuk menjaga tanaman berbuah sepanjang tahun dan buah-buah tetap bagus, gunakan zat pengatur tumbuh (ZPT). Beberapa ZPT yang bisa dipakai antara lain Hobsanol, Atonik, Ethrel, dan Cultar, yang bisa Anda beli di toko/kios pertanian terdekat.

Cara Bertanam

1. Bibit ditanam
Ambil sebagian media tanam dari pot. Keluarkan bibit sawo dari polybag bersama tanahnya. Jika bibit memiliki cabang, ranting, daun, dan akar berlebihan, sebaiknya kurangi atau pangkas. Bibit ditanam dalam posisi tegak, lalu timbun dengan media tanam yang sudah dikeluarkan tadi. Padatkan media tanam di sekitar pangkal bibit, lalu siram hingga cukup basah.

2. Pilih tempat aman

Langkah berikutnya, letakkan tabulampot sawo pada tempat yang pas. Tempat itu harus terbuka, terkena sinar matahari pada pagi hari hingga pukul 11, aman dari segala gangguan, dan lingkungan sekitarnya mendukung. Dengan demikian, tabulampot sawo bisa tumbuh subur dan produktif.

3. Bila lebih dari satu pot.

Jika memiliki lebih dari satu tabulampot sawo, letakkan berjajar dan teratur. Tetapi bisa juga tidak berjajar, karena harus disesuaikan dengan kondisi setempat. Yang penting, jarak antar-pot sekurang-kurangnya 2 x 2 meter.

4. Rajin menyiram.
Jangan lupa rajin menyiram tabulampot sawo atau apel Anda. Selain dengan selang plastik, ada cara lain dengan sistem tali sumbu dan sistem irigasi tetes sederhana.

5. Tetap diberi pupuk susulan.
Meski media tanam yang digunakan sudah mengandung pupuk, namun sebaiknya tetap dilanjutkan dengan pemupukan susulan. Sebulan setelah tanam, lakukan pemupukan dengan Urea, TSP, dan KCL (2:2:1), 2 sendok makan per pohon. Benamkan campuran pupuk di sekeliling pot sedalam 10 cm.

Jika tabulampot sawo mulai berbunga, beri pupuk NPK (15-15-15) sebanyak 1 sendok makan per pohon. Jangan lupa, terlebih dulu larutkan pupuk dalam 10 liter air, kemudian siramkan pada media hingga cukup basah.

Bila tanaman sudah rutin berbuah, tetap lakukan pemupukan sekurang-kurangnya 4 bulan sekali. Gunakan pupuk NPK (15-15-15) sebanyak 1 sendok makan per pohon, langsung benamkan sedalam 10 cm di sekeliling pot

tabloidnova

Baca Selengkapnya.... »»
Bookmark and Share

Budidaya Krisan ( Bagian II )

Diposting oleh emirgarden | Senin, Februari 16, 2009 | , | 1 komentar »

Pemeliharaan Tanaman

1) Penjarangan dan Penyulaman
Waktu penyulaman seawal mungkin yaitu 10-15 hari setelah tanam. Penyulaman dilakukan dengan cara mengganti bibit yang mati atau layu permanen dengan bibit yang baru.

2) Penyiangan
Waktu penyiangan dan penggemburan tanah umumnya 2 minggu setelah tanam. Penyiangan dengan cangkul atau kored dengan hati-hati membersihkan rumput¬rumput liar.

3) Pengairan dan Penyiraman
Pengairan yang paling baik adalah pada pagi atau sore hari, pengairan dilakukan kontinu 1-2 kali sehari, tergantung cuaca atau medium tumbuh. Pengairan dilakukan dengan cara mengabutkan air atau sistem irigasi tetes hingga tanah basah.

Hama Dan Penyakit

Hama

1) Ulat tanah (Agrotis ipsilon)
Gejala: memakan dan memotong ujung batang tanaman muda, sehingga pucuk dan tangkai terkulai. Pengendalian: mencari dan mengumpulkan ulat pada senja hari dan semprot dengan insektisida.

2) Thrips (Thrips tabacci)
Gejala: pucuk dan tunas-tunas samping berwarna keperak-perakan atau kekuning-kuningan seperti perunggu, terutama pada permukaan bawah daun. Pengendalian: mengatur waktu tanam yang baik, memasang perangkap berupa lembar kertas kuning yang mengandung perekat, misalnya IATP buatan Taiwan.

3) Tungau merah (Tetranycus sp)
Gejala: daun yang terserang berwarna kuning kecoklat-coklatan, terpelintir, menebal, dan bercak-bercak kuning sampai coklat. Pengendalian: memotong bagian tanaman yang terserang berat dan dibakar dan penyemprotan pestisida.

4) Penggerek daun (Liriomyza sp)
Gejala: daun menggulung seperti terowongan kecil, berwarna putih keabu-abuan yang mengelilingi permukaan daun. Pengendalian: memotong daun yang terserang, penggiliran tanaman, dengan aplikasi insektisida.

Penyakit

1) Karat/Rust
Penyebab: jamur Puccinia sp. karat hitam disebakan oleh cendawan P chrysantemi, karat putih disebabkan oleh P horiana P.Henn. Gejala: pada sisi bawah daun terdapat bintil-bintil coklat/hitam dan terjadi lekukan-lekukan mendalam yang berwarna pucat pada permukaan daun bagian atas. Bila serangan hebat meyebabkan terhambatnya pertumbuhan bunga. Pengendalian: menanam bibit yang tahan hama dan penyakit, perompesan daun yang sakit, memperlebar jarak tanam dan penyemprotan insektisida.

2) Tepung oidium
Penyebab: jamur Oidium chrysatheemi. Gejala: permukaan daun tertutup dengan lapisan tepung putih. Pada serangan hebat daun pucat dan mengering. Pengendalian: memotong/memangkas daun tanaman yang sakit dan penyemprotan fungisida.

3) Virus kerdil dan mozaik
Penyebab: virus kerdil krisan, Chrysanhenumum stunt Virus dan Virus Mozaoik Lunak Krisan (Chrysanthemum Mild Mosaic Virus). Gejala: tanaman tumbuhnya kerdil, tidak membentuk tunas samping, berbunga lebih awal daripada tanaman sehat, warna bunganya menjadi pucat. Penyakit kerdil ditularkan oleh alat-alat pertanian yang tercemar penyakit dan pekerja kebun. Virus mosaik menyebabkan daun belang hijau dan kuning, kadang-kadang bergaris-garis. Pengendalian: menggunakan bibit bebas virus, mencabut tanaman yang sakit, menggunakan alat-alat pertanian yang bersih dan penyemprotan insektisida untuk pengendalian vektor virus.

Panen

Ciri dan Umur Panen

Penentuan stadium panen adalah ketika bunga telah setengah mekar atau 3-4 hari sebelum mekar penuh. Tipe spray 75-80% dari seluruh tanaman. Umur tanaman siap panen yaitu setelah 3-4 bulan setelah tanam.

Cara Panen

Panen sebaiknya dilakukan pagi hari, saat suhu udara tidak terlalu tinggi dan saat bunga krisan berturgor optimum. Pemanenan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu dipotong tangkainya dan dicabut seluruh tanaman. Tata cara panen bunga krisan: tentukan tanaman siap panen, potong tangkai bunga dengan gunting steril sepanjang 60-80 cm dengan menyisakan tunggul batang setinggi 20-30 cm dari permukaan tanah.

Prakiraan Produksi

Perkiraan hasil bunga krisan pada jarak 10 x 10 cm seluas 1 ha yaitu 800.000 tanaman.

Pasca Panen

Pengumpulan

Kumpulkan bunga hasil panen, lalu ikat tangkai bunga berisi sekitar 50-1 000 tangkai simpan pada rak-rak.

Penyortiran dan Penggolongan

Pisahkan tangkai bunga berdasarkan tipe bunga, warna dan varietasnya. Lalu bersihkan dari daun-daun kering atau terserang hama. Buang daun-daun tua pada pangkal tangkai.
Kriteria utama bunga potong meliputi penampilan yang baik, menarik, sehat dan bebas hama dan penyakit. Kriteria ini dibedakan menjadi 3 kelas yaitu:

a) Kelas I untuk konsumen di hotel dan florist besar, yaitu panjang tangkai bunga lebih dari 70 cm, diameter pangkal tangkai bunga lebih 5 mm.

b) Kelas II dan III untuk konsumen rumah tangga, florits menengah dan dekorasi massal yaitu panjang tangkai bunga kurang dari 70 cm dan diameter pangkal tangkai bunga kurang dari 5 mm.

Pengemasan dan Pengangkutan

Tentukan alat angkutan yang cocok dengan jarak tempuh ke tempat pemasaran dan susunlah kemasan berisi bunga krisan secara teratur, rapi dan tidak longgar, dalam bak atau box alat angkut

Gambaran Peluang Agribisnis

Tanaman hias krisan merupakan bunga potong yang penting di dunia. Prospek budidaya krisan sebagai bunga potong sangat cerah, karena pasar potensial yang dapat berdaya serap tinggi sudah ada. Diantara pasar potensial tersebut adalah Jerman, Inggris, Swiss, Italia, Austria, America Serikat, Swedia dsb.

Saat ini krisan termasuk bunga yang paling populer di Indonesia karena memiliki keunggulan yaitu bunganya kaya warna dan tahan lama, bunga krisan pot bahkan dapat tetap segar selama 10 hari. Peluang untuk mengembangkan budidaya tanaman krisan, guna memenuhi kebutuhan baik dalam maupun luar negri agaknya meningkat maka peluang agribisnis perlu terus dikembangkan.

Klasifikasi Dan Standar Mutu

Mutu dan pengepakan bunga untuk ekspor ke pasaran Internasional sangat ditentukan oleh negara pengimpor. Untuk Jepang standar yang berlaku adalah sebagai berikut:

a) Varietas adalah Kiku berwarna putih atau kuning yang dipanen saat bunga belum mekar penuh, panjang tangkai 70 cm, lurus dan tunggal. Duapertiga daun masih lengkap, utuh serta berukuran seragam dan bebas hama penyakit.

b) Satu ikatan terdiri dari 20 tangkai bunga dan dibungkus dengan pembungkus dari kertas khusus Sleeves. Kuntum tidak tertutup seludang, pangkal bunga diberi kapas basah.

c) Pengepakan dilakukan dalam kotak kardus dengan kapasitas 10 ikatan.

d) Pengangkutan dilakukan dengan alat angkut bersuhu udara 7-8 derajat C dengan kelembaban udara 60-65%.

Pengemasan

1) Cara pengemasan
Pangkal tangkai bunga krisan potongan dimasukan ke dalam tube berisi cairan pengawet/dibungkus dengan kapas kemudian dimasukan ke dalam kantong plastik berisi cairan pengawet lalu dikemas dalam kotak karton/kemasan lain yang sesuai.

2) Pemberian merek
Pada bagian luar kemasan diberi tulisan:
1. Nama barang/varietas krisan.
2. Jenis mutu.
3. Nama atau kode produsen/eksportir.
4. Jumlah isi.
5. Negara tujuan.
6. Hasil Indonesia.

Daftar Pustaka

1) H Rahmat Rukmana , Ir.1997. Krisan. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.
2) Trubus no. 338. 1998. Kebun bunga Potong Ciputri.
3) Dewi Sartika. 1998. Krisan Baru Produk Indonesia. Trubus no. 342.
4) Lukito AM. 1998. Rekayasa Pembungaan Krisan dan Bunga Lain. Trubus no. 348

ristek.go.id

Baca Selengkapnya.... »»
Bookmark and Share

Budidaya Krisan ( Bagian I )

Diposting oleh emirgarden | Sabtu, Februari 14, 2009 | , | 0 komentar »


Krisan merupakan tanaman bunga hias berupa perdu dengan sebutan lain Seruni atau Bunga emas (Golden Flower) berasal dari dataran Cina. Krisan kuning berasal dari dataran Cina, dikenal dengan Chrysanthenum indicum (kuning), C. morifolium (ungu dan pink) dan C. daisy (bulat, ponpon). Di Jepang abad ke-4 mulai membudidayakan krisan, dan tahun 797 bunga krisan dijadikan sebagai simbol kekaisaran Jepang dengan sebutan Queen of The East.

Tanaman krisan dari Cina dan Jepang menyebar ke kawasan Eropa dan Perancis tahun 1795. Tahun 1808 Mr. Colvil dari Chelsa mengembangkan 8 varietas krisan di Inggris. Jenis atau varietas krisan modern diduga mulai ditemukan pada abad ke-17. Krisan masuk ke Indonesia pada tahun 1800. Sejak tahun 1940, krisan dikembangkan secara komersial.

Jenis dan varietas tanaman krisan di Indonesia umumnya hibrida berasal dari Belanda, Amerika Serikat dan Jepang. Krisan yang ditanam di Indonesia terdiri atas:

a) Krisan lokal (krisan kuno)
Berasal dari luar negri, tetapi telah lama dan beradaptasi di Indoenesia maka dianggap sebagai krisan lokal. Ciri-cirinya antara lain sifat hidup di hari netral dan siklus hidup antara 7-12 bulan dalam satu kali penanaman. Contoh C. maximum berbunga kuning banyak ditanam di Lembang dan berbunga putih di Cipanas (Cianjur).

b) Krisan introduksi (krisan modern atau krisan hibrida)
Hidupnya berhari pendek dan bersifat sebagai tanaman annual. Contoh krisan ini adalah
C. indicum hybr. Dark Flamingo, C. i.hybr. Dolaroid, C. i. Hybr. Indianapolis (berbunga kuning) Cossa, Clingo, Fleyer (berbunga putih), Alexandra Van Zaal (berbunga merah) dan Pink Pingpong (berbunga pink).

c) Krisan produk Indonesia
Balai Penelitian Tanaman Hias Cipanas telah melepas varietas krisan buatan Indonesia yaitu varietas Balithi 27.108, 13.97, 27.177, 28.7 dan 30.13A.

Manfaat Tanaman

Kegunaan tanaman krisan yang utama adalah sebagai bunga hias. Manfaat lain adalah sebagai tumbuhan obat tradisional dan penghasil racun serangga. Sebagai bunga hias, krisan di Indonesia digunakan sebagai:

a) Bunga pot

Ditandai dengan sosok tanaman kecil, tingginya 20-40 cm, berbunga lebat dan cocok ditanam di pot, polibag atau wadah lainnya. Contoh krisan mini (diameter bunga kecil) ini adalah varietas Lilac Cindy (bunga warna ping keungu-unguan), Pearl Cindy (putih kemerah-merahan), White Cindy (putih dengan tengahnya putih kehijau-hijauan), Applause (kuning cerah), Yellow Mandalay (semuanya dari Belanda).Krisan introduksi berbunga besar banyak ditanam sebagai bunga pot, terdapat 12 varitas krisan pot di Indonesia, yang terbanyak ditanam adalah varietas Delano (ungu), Rage (merah) dan Time (kuning).

b) Bunga potong

Ditandai dengan sosok bunga berukuran pendek sampai tinggi, mempunyai tangkai bunga panjang, ukuran bervariasi (kecil, menengah dan besar), umumnya ditanam di lapangan dan hasilnya dapat digunakan sebagai bunga potong. Contoh bunga potong amat banyak antara lain Inga, Improved funshine, Brides, Green peas, Great verhagen, Puma, Reagen, Cheetah, Klondike dll.

Sentra Penanaman

Daerah sentra produsen krisan antara lain: Cipanas, Cisarua, Sukabumi, Lembang (Jawa Barat), Bandungan (Jawa Tengah), Brastagi (Sumatera Utara).

Syarat Tumbuh

Iklim

1) Tanaman krisan membutuhkan air yang memadai, tetapi tidak tahan terhadap terpaan air hujan. Oleh karena itu untuk daerah yang curah hujannya tinggi, penanaman dilakukan di dalam bangunan rumah plastik.

2) Untuk pembungaan membutuhkan cahaya yang lebih lama yaitu dengan bantuan cahaya dari lampu TL dan lampu pijar. Penambahan penyinaran yang paling baik adalah tengah malam antara jam 22.30–01.00 dengan lampu 150 watt untuk areal 9 m2 dan lampu dipasang setinggi 1,5 m dari permukaan tanah. Periode pemasangan lampu dilakukan sampai fase vegetatif (2-8 minggu) untuk mendorong pembentukan bunga.

3) Suhu udara terbaik untuk daerah tropis seperti Indonesia adalah antara 20-26 derajat C. Toleran suhu udara untuk tetap tumbuh adalah 17-30 derajat C.

4) Tanaman krisan membutuhkan kelembaban yang tinggi untuk awal pembentukan akar bibit, setek diperlukan 90-95%. Tanaman muda sampai dewasa antara 70- 80%, diimbangi dengan sirkulasi udara yang memadai.

5) Kadar CO2 di alam sekitar 3000 ppm. Kadar CO2 yang ideal untuk memacu fotosistesa antara 600-900 ppm. Pada pembudidayaan tanaman krisan dalam bangunan tertutup, seperti rumah plastik, greenhouse, dapat ditambahkan CO2, hingga mencapai kadar yang dianjurkan.

Media Tanam

1) Tanah yang ideal untuk tanaman krisan adalah bertekstur liat berpasir, subur, gembur dan drainasenya baik, tidak mengandung hama dan penyakit.

2) Derajat keasaman tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman sekitar 5,5-6,7.

Ketinggian Tempat
ketinggian tempat yang ideal untuk budidaya tanaman ini antara 700–1200 m dpl.

Pedoman Budidaya

Pembibitan

1) Persyaratan Bibit
Bibit diambil dari induk sehat, berkualitas prima, daya tumbuh tanaman kuat, bebas dari hama dan penyakit dan komersial di pasar.

2) Penyiapan Bibit
Pembibitan krisan dilakukan dengan cara vegetatif yaitu dengan anakan, setek pucuk dan kultur jaringan.

a) Bibit asal anakan
b) Bibit asal stek pucuk

Tentukan tanaman yang sehat dan cukup umur. Pilih tunas pucuk yang tumbuh sehat, diameter pangkal 3-5 mm, panjang 5 cm, mempunyai 3 helai daun dewasa berwarna hijau terang, potong pucuk tersebut, langsung semaikan atau disimpan dalam ruangan dingin bersuhu udara 4 derajat C, dengan kelembaban 30 % agar tetap tahan segar selama 3-4 minggu. Cara penyimpanan stek adalah dibungkus dengan beberapa lapis kertas tisu, kemudian dimasukan ke dalam kantong plastik rata-rata 50 stek.

c) Penyiapan bibit dengan kultur jaringan
Tentukan mata tunas atau eksplan dan ambil dengan pisau silet, stelisasi mata tunas dengan sublimat 0,04 % (HgCL) selama 10 menit, kemudian bilas dengan air suling steril. Lakukan penanaman dalam medium MS berbentuk padat. Hasil penelitian lanjutan perbanyakan tanaman krisan secara kultur jaringan:

1. Medium MS padat ditambah 150 ml air kelapa/liter ditambah 0,5 mg NAA/liter ditambah 1,5 mg kinetin/liter, paling baik untuk pertumbuhan tunas dan akar eksplan. Pertunasan terjadi pada umur 29 hari, sedangkan perakaran 26 hari.

2. Medium MS padat ditambah 150 ml air kelapa/liter ditambah 0,5 mg NAA/liter ditambah 0,5 BAP/liter, kalus bertunas waktu 26 hari, tetapi medium tidak merangsang pemunculan akar.

3. Medium MS padat ditambah 0,5 mg NAA/liter ditambah 0,5-0.2 mg kinetin/liter ditambah 0,5 mg NAA/liter ditambah 0,5-2,0 BAP/liter pada eksplan varietas Sandra untuk membentuk akar pada umur 21-31 hari.

Penyiapan bibit pada skala komersial dilakukan dengan dua tahap yaitu:

a) Stok tanaman induk

Fungsinya untuk memproduksi bagian vegetatif sebanyak mungkin sebagai bahan tanaman Ditanam di areal khusus terpisah dari areal budidaya. Jumlah stok tanaman induk disesuaikan dengan kebutuhan bibit yang telah direncanakan. Tiap tanaman induk menghasilkan 10 stek per bulan, dan selama 4-6 bulan dipelihara memproduksi sekitar 40-60 stek pucuk.

Pemeliharaan kondisi lingkungan berhari panjang dengan penambahan cahaya 4 jam/hari mulai 23.30–03.00 lampu pencahayaan dapat dipilih Growlux SL 18 Philip.

b) Perbanyakan vegetatif tanaman induk.

1. Pemangkasan pucuk, dilakukan pada umur 2 minggu setelah bibit ditanam, dengan cara memangkas atau membuang pucuk yang sedang tumbuh sepanjang 0,5-1 cm.

2. Penumbuhan cabang primer. Perlakuan pinching dapat merangsang pertumbuhan tunas ketiak sebanyak 2-4 tunas. Tunas ketiak daun dibiarkan tumbuh sepanjang 15-20 cm atau disebut cabang primer.

3. Penumbuhan cabang sekunder. Pada tiap ujung primer dilakukan pemangkasan pucuk sepanjang 0,5-1 cm, pelihara tiap cabang sekunder hingga tumbuh sepanjang 10-15 cm.

Penyemaian Bibit

a) Penyemaian di bak
Siapkan tempat atau lahan pesemaian berupa bak-bak berukuran lebar 80 cm, kedalaman 25 cm, panjang disesuaikan dengan kebutuhan dan sebaiknya bak berkaki tinggi. Bak dilubangi untuk drainase yang berlebihan. Medium semai berupa pasir steril hingga cukup penuh. Semaikan setek pucuk dengan jarak 3 cm x 3 cm dan kedalaman 1-2 cm, sebelum ditanamkan diberi Rotoon (ZPT). Setelah tanam pasang sungkup plastik yang transparan di seluruh permukaan.

b) Penyemaian kultur jaringan
Bibit mini dalam botol dipindahkan ke pesemaian beisi medium berpasir steril dan bersungkup plastik tembus cahaya.

Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian

Pemeliharaan untuk stek pucuk yaitu penyiraman dengan sprayer 2-3 kali sehari, pasang bola lampu untuk pertumbuhan vegetatif, penyemprotan pestisida apabila tanaman di serang hama atau penyakit. Buka sungkup pesemaian pada sore hari dan malam hari, terutama pada beberapa hari sebelum pindah ke lapangan.
Pemeliharaan pada kultur jaringan dilakukan di ruangan aseptik, setelah bibir berukuran cukup besar, diadaptasikan secara bertahap ke lapangan terbuka.

Pemindahan Bibit

Bibit stek pucuk siap dipindahtanamkan ke kebun pada umur 10-14 hari setelah semai dan bibit dari kultur jaringan bibit siap pindah yang sudah berdaun 5-7 helai dan setinggi 7,5-10 cm.

Pengolahan Media Tanam, hama, Penyakit dll.... (selanjutnya pada Bagian II)

ristek.go.id
Pic from langitlangit


Baca Selengkapnya.... »»
Bookmark and Share