Photobucket
Tampilkan postingan dengan label Jalan-jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalan-jalan. Tampilkan semua postingan

Meninjau usaha tanaman hias di Lembang

Diposting oleh emirgarden | Jumat, Mei 22, 2009 | | 0 komentar »


Peninjauan kali ini adalah pada usaha tanaman hias yang bernama “Rumah Bunga Rizal”, terletak di jl. Raya Maribaya km 2,4 Lembang, Bandung. Pak Rizal (pemilik usaha ini), adalah seorang arsitek, yang memulai usahanya sejak tahun 1985. Pada awalnya, daerah Lembang lebih banyak ditanami sayur-sayur an, sehingga usaha pak Rizal ini hanya dilihat sebelah mata.

Pak Rizal, yang memang hobi menanam bunga ini memulai usaha dari tak punya tanah sama sekali, secara bertahap usahanya berkembang, dan saat ini lokasi usahanya di Lembang terletak di atas tanah seluas 2,2 hektar, dengan

karyawan tetap 22 orang. Rumah Bunga Rizal (disingkat RBR), mengajak para petani dilingkungannya sebagai mitra, saat ini pak Rizal sebagai Ketua Kelompok yang terdiri dari 120 orang. RBR mendapatkan bantuan pembiayaan dari salah satu Bank BUMN setempat. Usaha ini masih dijalankan secara perorangan.

Pada umumnya pemasaran melalui agen, dan sebagian besar konsumen merupakan masyarakat pencinta bunga (Hobiis). Pemasaran terbanyak ke Jakarta dan Bali. Pak Rizal juga mempunyai lokasi usaha di Bali. Beberapa tahun lalu pernah ekspor ke beberapa negara, namun tak dilanjutkan karena kesulitan dalam pengurusan ijin dan birokrasi.

Krisis finansial secara tak langsung juga membuat penjualan melambat, dan beberapa agen meminta penundaan pembayaran. Untuk mempertahankan usahanya, RBR mulai melakukan beberapa diversifikasi usaha, antara lain mencoba membuat usahanya bisa sekaligus sebagai wisata bunga dan kuliner, dengan membangun restoran, agar pengunjung dapat beristirahat sambil makan minum dan menikmati hamparan bunga yang indah. RBR juga mengadakan pelatihan budidaya tanaman bunga, yang terdiri dari beberapa paket: a) Paket kalangan pelajar, dimaksudkan agar anak-anak sekolah dapat mengenal sejak dini dan mencintai tanaman, sebagai bagian dari makhluk hidup. Waktu: minimal 2 jam kunjungan untuk penyampaian materi. b) Paket kalangan umum. Ditujukan kepada hobiis tanaman hias, ibu-ibu rumah tangga, pelaku usaha pemula dan lain-lain. Waktu: minimal 3 (tiga) jam kunjungan untuk penyampaian materi. c) Paket pelatihan lanjutan. Paket ini ditujukan bagi penyuka tanaman hias yang telah memiliki pengetahuan teknis budidaya, dan ingin melanjutkan proses perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan. Waktu: 1 (satu) hari penuh.

Materi yang diberikan: 1) Teknis budidaya: Pengenalan, rumah tanam, sarana produksi, mengenal media tanam, pengolahan media, menanam, menyiram, memupuk, atasi hama dan penyakit, serta perbanyakan secara umum. 2) Perencanaan usaha. 3) Perencanaan pemasaran. Materi disampaikan langsung oleh bapak Rizal Djaafarer, pemilik RBR, yang telah berpengalaman secara profesional lebih dari 20 tahun di bidang budi daya tanaman hias, dibantu instruktur terampil dilapangan.

Tanaman hias yang berada di lokasi RBR antara lain terdiri dari berbagai jenis anggrek, kaktus, dan lain-lain. Di area yang luas terdapat bermacam-macam kaktus hasil persilangan, yang warnanya sangat menarik.

Untuk berbisnis tanaman hias ada beberapa pilihan: a) Sebagai pedagang, minimal memahami sedikit pengetahuan tentang tanaman yang akan dijualnya. b) Petani, memerlukan product knowledge. c) Pembibit, tuntutan keahlian dan pengetahuan lebih tinggi dibanding a dan b. Paling tidak harus menguasai taksonomi, genetika, serta memerlukan investasi cukup besar untuk membangun laboratorium, serta punya visi kedepan untuk memperkirakan apa yang akan dikuasai di Indonesia dalam 10 tahun ke depan. Dari ketiga hal di atas, yang masih kurang di Indonesia adalah bagian c karena memang memerlukan keahlian, dan kemampuan untuk menyenangi bidang pekerjaannya secara mendalam.

Setelah bincang-bincang dengan pak Rizal, dan disuguhi teh panas manis, kami berkeliling melihat berbagai aneka ragam tanaman hias.

Yang menarik adalah koleksi kaktus warna merah hasil dari persilangan, yang sangat menyejukkan mata. Teman saya sangat tertarik untuk membeli beberapa koleksi tersebut, sayang kaktus warna merah darah yang indah di bawah ini belum dapat dijual.

Saya tak membeli satupun, karena halaman yang sempit, dan juga kaktus hasil persilangan memerlukan perawatan yang intensif. Besoknya di kelas diadakan diskusi dari hasil peninjauan ini, dari sisi manajemen, teknik produksi, pemasaran dan sebagainya. Sayang saya tak bisa membahasnya disini.

Catatan:

Tulisan di atas berdasarkan hasil peninjauan di lokasi dan wawancara dengan bapak Rizal.

edratna

Baca Selengkapnya.... »»
Bookmark and Share

Sentra Bunga Cihideung, Pasar Bunga Penuh Potensi Wisata

Diposting oleh emirgarden | Kamis, Desember 18, 2008 | | 0 komentar »


Dari kota Bandung, bila hendak menuju Lembang, ada dua jalan utama yang dapat ditempuh. Pertama, melalui Jl. Dr. Setiabudi - Jl. Raya Lembang. Sementara jalur lainnya adalah melalui Jl. Sersan Bajuri. Jika melalui jalur ini, maka pemandangan hijau dan berwarna-warni dari deretan tanaman hias dan bunga menjadi teman sepanjang perjalanan. Itulah
desa bunga Cihideung. Daerah ini terkenal sebagai pusat penjualan bunga di Kabupaten Bandung.

Hamparan bunga beraneka jenis dan warna terlihat di sepanjang kiri dan kanan jalan. Berbagai bunga yang jarang ditemukan banyak sekali terdapat di sini. Seperti bunga Dahlia berwarna merah dan jingga yang tidak mudah ditemukan di tempat lain, bisa ditemukan di kawasan tersebut. Juga seperti bunga mawar jenis kertas yang berwarna-warni.

Sementara bunga bougenville, anggrek, miyana, mawar, dahlia, yanto (cereme), lolipop, sutra bombay, dan asoka menjadi bunga-bunga yang paling banyak dijumpai di hampir setiap halaman rumah di desa tersebut. Halaman dengan aneka bunga cantik itulah yang sekaligus dijadikan tempat menjajakan bunga dan tanaman hias lainnya.

Bukan itu saja juga ada berbagai jenis bonsai, cemara udang hingga cemara langka, serta tanaman keras lainnya. Tak hanya tanaman hias, pohon buah-buahan pun tak ketinggalan terpajang di sana seperti jeruk, strawberry, jambu air, dan jambu batu.

Semakin menambah keunikan di Cihideung beberapa pedagang menjual bunga yang jarang bisa ditemui di tempat lain. Seperti tanaman Terang Bulan atau lebih dikenal dengan tanaman rambutan jenis Terang Bulan termasuk tanaman langka, karena itu peminatnya sangat banyak.

Komoditas bunga hidup merupakan andalan penduduk desa Cihideung. Hampir semua penduduk di sana menggantungkan hidupnya dari berjualan bunga. Semua lahan di sepanjang Jalan Cihideung ditanami bermacam-macam bunga. Karena itu, orang-orang menyebut kawasan desa Cihideung ini sebagai taman bunga.

Cihideung sendiri berasal dari dua kata bahasa Sunda yaitu ci (berasal dari kata cai atau dalam bahasa Indonesia berarti air) dan hideung (dalam bahasa Indonesia berarti hitam).

Selain bunga, cukup banyak juga petani yang menanam dan menjual kaktus. Tanaman hias yang telah tumbuh sejak 100 juta tahun yang lalu ini disukai berbagai kalangan karena bentuknya yang sangat unik dan dapat hidup di semua tempat. Tanaman yang mampu menyimpan air pada batangnya itu, perawatannya sangat mudah. Yang penting cukup cahaya matahari, suhu, kelembaban udara dan sirkulasi udara yang cukup baik. Untuk penyiraman tidak perlu terlalu sering. Kalau pot sudah kering, baru disiram lagi.

Harga kaktus sangat bervariasi tergantung dari jenisnya. Namun, kaktus yang harganya berkisar antara Rp10.000 hingga Rp50.000 yang paling banyak dibeli oleh pencinta tanaman kaktus. Pembeli tanaman ini berasal dari berbagai kota di Pulau Jawa, bahkan sering dari berbagai daerah di luar Jawa.

Terkenal Sampai Luar negeri


Bagi masyarakat Kecamatan Parongpong, sektor pertanian merupakan sektor yang paling diandalkan, jauh melebihi sektor pariwisata dan industri. Ini sangat berkaitan dengan suburnya tanah di daerah itu, sehingga sangat cocok untuk ditanami berbagai bunga dan tanaman.

Namun dari tujuh desa yang ada di Kecamatan Parongpong, hanya empat desa yang mayoritas penduduknya bertani bunga. Keempat desa ini adalah Desa Cigugur, Desa Cihanjuang Rahayu, Desa Karyawangi, serta Desa Cihideung. Dari keempat desa ini, Desa Cihideung merupakan satu-satunya desa sentra bunga.

Desa Cihideung merupakan desa sentra bunga yang kini paling dikenal masyarakat luas. Namun untuk pembibitan, justru Desa Cihideung disuplai dari Desa Cigugur, Karyawangi, dan Cihanjuang Rahayu.

Selain bunga, beberapa tanaman untuk kebutuhan konsumsi juga dibudidayakan secara intensif di daerah ini. Beberapa di antaranya adalah cabai paprika, kentang, buncis, kol, dan tomat. Hasilnya pun cukup lumayan Bahkan cabai paprika sudah diekspor ke Singapura dan Taiwan, yang membuat nama Parongpong menjadi sangat terkenal. Padahal cabai paprika baru berkembang sekitar tahun 1998.

Hal itu membuktikan Sentra Bunga Cihideung sebenarnya memiliki potensi besar selain hanya sekadar menjadi pasar bunga, yaitu jadi daerah wisata bunga dan tanaman terpadu.

Bahkan beberapa sarana sebagai penunjang daerah wisata bunga dan tanaman saat ini sebenarnya sudah tersedia. Penginapan, misalnya, banyak tersedia di sekitar Sentra Bunga Cihideung. Tidak jauh dari daerah berhawa sejuk ini terdapat beberapa vila yang bisa disewakan. Satu di antaranya adalah Vila Istana Bunga. Kompleks hunian berbukit-bukit ini terletak sangat dekat dengan Desa Cihideung, hanya sekitar sepuluh menit perjalanan menggunakan mobil.

Selain fasilitas penginapan, di sekitar Desa Cihideung juga terdapat beberapa rumah makan dan restoran yang menyajikan berbagai menu masakan, mulai dari masakan tradisional Jawa Barat hingga masakan internasional

kapanlagi

Baca Selengkapnya.... »»
Bookmark and Share