Photobucket
Tampilkan postingan dengan label General. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label General. Tampilkan semua postingan

Tillandsia, Nenas Mungil Yang Cantik

Diposting oleh emirgarden | Senin, Juni 01, 2009 | | 0 komentar »


Tanaman jenis nenas-nenasan ini sangat mudah dipelihara. Tak perlu rajin dipupuk dan disiram, tanaman ini tetap tumbuh dengan baik. Bunganya yang tumbuh cantik, bisa membuat rumah Anda semakin berwarna.

Tanaman unik ini, Tillandsia cyanea, termasuk ke dalam famili Bromelia (Bromeliaceae) atau jenis nenas-nenasan. Dilihat dari bentuknya, Tillandsia memang mirip dengan tanaman buah nenas, namun berukuran lebih kecil.

Tillandsia banyak tumbuh dan berasal dari kawasan Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Amerika Utara.

Berdasarkan habitat aslinya, Tillandsia termasuk tumbuhan epifit atau tumbuh dengan cara menempel di tanaman lain, misalnya pakis atau kayu. Jumlah spesies Tillandsia mencapai 500-an jumlahnya. Yang mudah ditemui antara lain spesies T. butzii, T. ionantha selecta, T. stricta, T. bulbosa, T. straminea stem type, T. aeranthos, atau T. araujei hybrid orient. Terkadang, orang menyebutnya sebagai tanaman janggut dewa, karena ada jenis yang memiliki daun seperti janggut.

Bentuk daun Tillandsia sangat unik, bergerombol, dan berlapis-lapis seperti nenas. Menurut para pemiliki nurseri, tanaman ini sangat berpotensi dijadikan salah satu elemen penyejuk taman. "Nenas bentuknya lebih besar, sedangkan Tillandsia yang ada di sini masih lebih banyak diimpor, bentuknya mini-mini. Tingginya tak lebih dari 15 cm dan medianya ditempel di pakis atau kayu," tutur Donny Hernadi, Manajer Venita Supermarket Tanaman.

Menurut Donny, banyak orang memilih Tillandsia sebagai hiasan di teras rumah atau taman, karena sangat mudah dirawat. "Saking gampangnya, didiamkan tanpa perawatan pun, akan tetap hidup. Enggak perlu disiram dan dipupuk, akan tetap tumbuh." Kendati demikian, jika tanaman ini sudah terlalu kering, tetap akan mati dan tak bisa tumbuh lagi. Namun, lanjut Donny, terkadang tanaman ini juga mati, justru karena terlalu sering disiram. Uniknya, jika tanaman pokoknya mati, anakannya akan tetap tumbuh.

"Jika anakannya banyak, pisahkan saja. Lalu, potong-potong dan tempel-tempelkan lagi di kayu atau pakis. Tillandsia akan tumbuh secara memanjang. Di negeri asalnya, Amerika, ada lem khusus untuk menempelnya. Di sini, biasanya cukup dengan lem cair, sudah bisa menempel. Tillandsia bisa tumbuh lagi," urai Donny.

MUDAH TUMBUH

Mengapa Tillandsia bisa tumbuh dengan mudah? Menurut Donny, karena tergolong air plant, tanaman ini mampu mengambil uap air dari udara. Letakkan saja tanaman ini di tempat terbuka dan terkena sinar matahari. "Tillandsia bisa tetap tumbuh saat disimpan di tempat teduh. Tapi, warnanya bisa berubah. Misalnya, yang tadinya berwarna silver (perak) berubah jadi hijau, tidak seperti aslinya lagi. Jika ingin menghasilkan warna yang bagus dan asli, harus terkena panas secara penuh."

Tillandsia jenis tertentu bisa tumbuh membesar dengan warna daun dan bunga yang sangat indah jika ditanam di media campuran cocopeat, sekam bakar, dan pakis halus. Hanya saja, kata Donny, jenis yang bisa membesar ini tidak terlalu suka dengan sinar matahari langsung. "Tempatkan saja di lokasi yang agak teduh, misalnya di bawah jendela di depan rumah."

Selain mudah dirawat, Tillandsia pun cukup mudah dibudidaya. Berdasarkan sumber dari Bromelia Nursery, cara semai menjadi salah satu langkah mudah untuk memperbanyak Tillandsia. Bahkan, hasil dari perbanyakan Tillandsia bisa mencapai 100 persen. Sebab, Tillandsia lebih banyak melakukan perkawinan sendiri.

Benih tannaman ini akan tumbuh sempurna jika syarat-syarat pendukungnya dipenuhi. Antara lain, tingkat kelembapan, sumber cahaya, dan sirkulasi udaranya cocok untuk benih tanaman ini. Sebaiknya, benih yang ditanam tidak langsung terkena sinar matahari, dan harus berada di bawah naungan, misalnya di bawah paranet.

FAKTA SEPUTAR TILLANDSIA

1. BUNGANYA INDAH. Bunga Tillandsia sangat cantik, berwarna-warni, seperti merah atau ungu. Kombinasi bentuk daun dan warna bunganya sangat menarik dan cocok sebagai penghias taman mungil.
2. BIJI BENIH. Pembiakan Tillandsia melalui biji benih dan anakan dihasilkan dari pokok tanaman atau pups.
3. KONDISI LINGKUNGAN. Saat melakukan penyemaian, penting untuk memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, agar tanaman ini tumbuh sempurna

situshijau
pic from mstation

Baca Selengkapnya.... »»
Bookmark and Share

Kembang Bokor, Kembang Cantik

Diposting oleh emirgarden | Selasa, Mei 26, 2009 | | 0 komentar »


Bunga “lawas” ini masa jayanya memang di era tahun 80-an. Namun tidak tabu jika Anda ingin menghadirkannya sebagai penghias taman saat ini. Bagaimana kiat pemeliharaannya? Simak ulasan berikut ini.

Kembang bokor atau hortensia atau Hydrangea macrophylla adalah bunga yang sangat elok.

Kuntum-kuntumnya yang mekar tumbuh saling merapat, bergerombol membentuk cluster, menyerupai sarang lebah. Warnanya sangat memikat, ada hijau muda, biru keunguan, merah muda cerah, sampai merah lembayung.

Tanaman ini banyak digunakan sebagai penghias taman, utamanya di daerah yang berhawa sejuk seperti Bogor, Bandung, Puncak, atau Lembang. Selain itu, kembang bokor juga banyak digunakan sebagai elemen taman dalam ruang, pada acara-acara seminar atau pameran.

Negeri Oriental

Kembang bokor yang termasuk keluarga Hydrangeaceae ini berasal dari negeri yang berhawa sejuk. Tepatnya dari daratan Cina, Jepang, dan pegunungan Himalaya. Dari sana, kembang bokor dibawa menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Dalam penyebarannya, kembang bokor yang bisa diperbanyak dengan cara stek batang atau cangkok ini ternyata mengalami perkembangan (baca: kemajuan). Bunganya menjadi lebih besar dan warna serta bentuknya pun semakin bervariasi.

Humus Murni dan Kelembaban Tinggi

Kembang bokor adalah tumbuhan semak yang batangnya berkayu. Tinggi tanamannya hanya berkisar di angka 50 cm. Helaian daunnya berbentuk bulat panjang atau bulat telur, dan pada beberapa varietas, tepian daunnya bergerigi.

Kembang bokor sebenarnya termasuk tanaman yang gampang tumbuh. Di tempat yang sesuai, ia akan tumbuh dengan baik. Bahkan di tempat yang kurang sesuai pun, ia masih mau tumbuh, meski tanamannya menjadi tidak terlalu besar dan bunganya malas muncul.

Sebagian orang sering mengeluhkan bawa kembang bokor yang dibelinya, tidak mau hidup lama—paling hanya 5 bulan. Malah ada yang sudah membeli berulang-ulang karena penasaran, tetapi hasilnya sama saja, si kembang bokor tak pernah bertahan lama.

Alasan paling sederhana yang bisa menjelaskan permasalahan ini adalah tempat tumbuh kembang bokor yang kurang sesuai. Seperti sudah diceritakan di awal tadi, kembang bokor adalah tanaman yang berasal dari daerah berhawa sejuk dan memiliki tingkat kelembaban tinggi. Karena itu, tempat hidup paling pas bagi si biru jelita ini adalah daerah berhawa sejuk. Kurang dari ini, si kembang bokor masih mau hidup—bahkan bisa tumbuh subur—hanya saja bunganya malas muncul. Jika Anda kebetulan tinggal di daerah yang kurang sejuk, jangan berkecil hati, ada beberapa perlakuan yang bisa membuat si kembang bokor tetap hidup.

Yang pertama, tempatkan si kembang bokor di lokasi yang terkena sinar matahari penuh, tetapi hanya sinar matahari pagi (maksimal sampai jam 10.00). Kemudian, tanam si kembang bokor pada media yang benar-benar subur, misalnya humus murni yang berasal dari sisa-sisa tanaman. Kembang bokor menyukai struktur media yang poros/beremah tetapi bisa mengikat air dengan baik.

Untuk penyiraman, karena kembang bokor berasal dari daerah yang memiliki tingkat kelembaban tinggi, tanaman ini menghendaki pasokan air yang teratur dalam jumlah yang cukup. Jangan menyiram terlalu berlebihan karena bisa menyebabkan tanaman busuk.

Pemupukan

Meski medianya sudah humus murni, si kembang bokor ternyata masih memerlukan pupuk agar pembungaannya bisa sempurna. Secara rutin, dalam jangka waktu dua minggu sekali, pupuklah si kembang bokor menggunakan pupuk yang tinggi kandungan Phospor/P-nya. Atau jika tidak ada, boleh juga diganti dengan pupuk NPK.

Pupuk kandang dari kotoran kambing atau domba (yang juga tinggi kandungan P-nya) bagus juga digunakan sebagai alternatif pupuk organik, menggantikan pupuk kimia. Gejala kekurangan unsur hara—tanda bahwa tanaman sudah harus dipupuk—yang sering ditunjukkan oleh si kembang bokor adalah munculnya warna kekuningan di sela-sela tulang daun.

Menyulap Warna Kembang Bokor

Warna bunga kembang bokor dipengaruhi oleh unsur aluminium. Aluminium inilah yang mempengaruhi pigmen warna bunga si kembang bokor menjadi biru. Ketersediaan unsur aluminium tergantung dari kadar keasaman tanahnya.

Pada tanah asam—dengan pH kurang dari 5,5—aluminium mudah diserap oleh tanaman karena tersedia dalam bentuk unsur bebas/tidak berikatan dengan senyawa kapur (Ca) dalam tanah. Kembang bokor yang ditanam pada tanah jenis ini akan menghasilkan bunga berwarna biru. Pada tanah dengan pH 5,5 – 6,5 unsur aluminium agak sulit diserap oleh tanaman, karena sebagian sudah membentuk ikatan dengan senyawa kapur di dalam tanah. Pada tanah demikian, si kembang bokor akan menghasilkan bunga berwarna lembayung muda (keunguan). Dan pada tanah basa dengan pH 7 atau lebih, unsur aluminium akan diikat erat oleh kapur, sehingga tidak bisa diserap oleh si kembang bokor. Kembang bokor yang ditanam pada tanah semacam ini akan menghasilkan bunga berwarna merah muda.

Tanah yang kita miliki di Indonesia kebanyakan bersifat asam. Karena itu, kembang bokor yang kita temui seringkali berwarna biru hingga lembayung. Ada sedikit trik yang bisa dicoba jika Anda ingin menyulap warna si kembang bokor menjadi merah muda.

Seperti sudah dijelaskan, warna merah muda akan timbul bila tanah bersifat basa. Untuk memperoleh tanah yang bersifat basa, Anda harus menaikkan pH tanah. Caranya adalah dengan menggunakan kapur pertanian atau dolomit. Dosis yang bisa digunakan adalah 0,5 – 1 kg dolomit/meter persegi tanah. Atau bisa juga dengan menyiramkan larutan kapur tembok yang dicampur/dilarutkan dalam air, dengan konsentrasi 50 gram kapur per liter air/meter persegi tanah.

Biasanya dosis di atas bisa menaikkan pH tanah sebanyak 0,5 – 1. Satu hal yang perlu diingat, penaikan pH ini tidak boleh dilakukan dengan serta merta. Dalam rentang waktu seminggu, Anda hanya boleh memberikan perlakuan sekali. Jika Anda paksakan, alih-alih menjadi merah muda, tanaman malahan mati. (Indri Lidya K./http://www.tabloidrumah.com)

tabloidrumah

Baca Selengkapnya.... »»
Bookmark and Share

Pacar Air, Warna Memikat Sarat manfaat

Diposting oleh emirgarden | Rabu, April 22, 2009 | | 0 komentar »


Warna-warna cantik menjadi ciri khas tanaman asli Asia ini. Ciri khas lainnya, tanaman ini mudah tumbuh dan tidak rewel. Selain itu beberapa bagian tanamannya bisa dipakai sebagai obat P3K.

Di dunia, tanaman Impatiens balsamina Linn ini dikenal sebagai bunga balsam. Di Indonesia lebih dikenal dengan nama bunga pacar air. Memiliki bunga dengan beragam warna, semisal pink, merah, putih, oranye, peach, atau salem. Sepintas, bentuk bunganya mirip anggrek dalam ukuran kecil, dengan daun yang bergerigi.

Impatiens cukup populer sebagai tanaman hias dan banyak dijumpai di dataran tinggi, misalnya Puncak, Jawa Barat. Tingginya mencapai 30-80 centimeter. Setiap daerah di Indonesia memiliki nama lain untuk pacar air ini. Di Minangkabau (Sumatera Barat), pacar air dikenal dengan nama paruinai. Pacar cai (Sunda), kimhong (Jakarta), pacar banyu (Jawa), pacar foya (Bali), bunga jebelu (Halmahera Selatan).

Tanaman ini menyukai tempat teduh dan suka air. "Jadi, kalau rumah Anda banyak terkena sinar matahari, letakkan tanaman pacar air di bawah pohon," papar Ida Widaningsih, General Manager PT Bina Usaha Flora. Meski warna bunganya banyak, pacar air tak bagus dipakai untuk landscape.. "Biasanya bagus digantung atau diletakkan di pot. Mungkin karena senang di tempat teduh untuk landscape jadi kurang bagus."

Meski Impatiens lokal pun ada di Indonesia, para pengusaha bunga masih mengimpor bibitnya dari luar negeri. "Bunga ini, kan, biasanya tumbuh di pinggir sungai. Tanaman yang lokal lebih tinggi, bunganya kecil, ruas batangnya kekar. Dan warna bunga tidak sebanyak dibanding bibit dari luar dengan warna yang beragam," ujar Ida.

Tanaman ini termasuk tidak susah memilih media tanam. Pakai saja campuran tanah, kompos, sekam atau tanah, cocopeat. "Boleh juga memakai pupuk kandang." Meskipun tergolong bukan tanaman rewel, ada satu musuh utamanya, yaitu hama. Begitu terkena hama, tanaman akan langsung busuk. Jadi, awasi tanaman pacar air Anda dari segala hama pengganggu.

RAJIN BERBUNGA

1. Impatiens tanaman yang berasal dari Asia Selatan dan Asia Tenggara. Tanaman ini diperkenalkan di Amerika pada abad ke-19.
2. Tanaman ini juga disebut Busy lizzie (Lizzie yang sibuk) karena berbunga terus.
3. Tanaman ini sangat disukai lebah dan serangga lain yang membantu penyerbukannya.
4. Tanaman ini tidak dapat hidup di lingkungan yang kering.
5. Bagian-bagian tanaman ini bisa dipakai untuk obat. Misalnya bunga untuk obat bisul, rheumatik, radang kulit. Sedangkan daunnya untuk anti-inflamasi, atau mencuci luka.

Noverita K. Waldan
tabloidnova

Baca Selengkapnya.... »»
Bookmark and Share

Sepasukan Tanaman Anti Nyamuk

Diposting oleh emirgarden | Jumat, April 17, 2009 | , | 0 komentar »


Musim hujan belum berlalu. Genangan air masih tampak disana sini, membuat nyamuk bersarang dan berkembangbiak dengan riangnya. Tak hanya mengganggu, nyamuk juga sudah menjadi "musuh" yang bisa membahayakan keselamatan jiwa. Siapa tak kenal nama Aedes Aegypti ?. Serangga kecil penghisap darah penyebar penyakit demam berdarah.

Menjalankan program 3M, tentu sangat diajurkan. Demikian pula tindakan prefentif lain semisal

penggunaan obat anti nyamuk kimiawi, yang sepertinya sudah menjadi bagian hidup sehari-hari. Tetapi sadarkah anda bahwa penggunaan obat anti nyamuk kimia, bisa membawa dampak negatif bagi kesehatan kita ?. Penggunaan obat anti nyamuk semprot maupun bakar, bisa berpengaruh pada kesehatan pernafasan. Belum lagi biaya yang harus dikeluarkan untuk membelinya.

Lalu harus bagaimana ?. Jawabannya, kenapa tidak menggunakan “anti nyamuk” yang bersifat alami dan relatif lebih aman bagi kesehatan saja. Ya, seperti kita ketahui, banyak sekali jenis tanaman atau tanaman hias yang berkhasiat mengusir nyamuk dari sekitar kita. Selain berkhasiat mengusir nyamuk, mereka juga sekaligus bisa dimanfaatkan untuk menghias ruangan atau taman di sekitar rumah kita.

Paling tidak ada enam jenis tanaman yang diketahui bermanfaat untuk mengatasi “serangan” nyamuk. Hanya saja perlu diingat bahwa mereka tidak bersifat mematikan atau melumpuhkan nyamuk seperti halnya anti nyamuk kimia, tetapi mereka mengusir nyamuk dengan aroma yang dikeluarkannya. Lalu jenis-jenis tanaman apakah yang bisa dimanfaatkan untuk mengusir nyamuk dari sekitar kita ?. Silahkan simak beberapa ulasan berikut ini :

1. Zodia


Kenapa nyamuk takut pada zodia ?. Hal ini disebabkan karena tanaman yang termasuk dalam keluarga Rutaceae ini mengandung zat evodiamine dan rutaecarpine. Menurut Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), minyak yang disuling dari daun zodia mengandung linalool 46% dan apinene 13,26%. Nah, karena berbau tajam dan karenanya tidak disukai nyamuk, linalool ini bisa dimanfaatkan sebagai pengusir nyamuk.

Menurut Agus Kardiman (2004), daun zodia mampu menghalau nyamuk selama 6 jam, dengan daya halau (daya proteksi) sebesar lebih dari 70%. Selain efektif mengusir nyamuk, belakangan ini para ilmuwan menemukan khasiat lain dari daun zodia, misalnya penyembuh sakit kepala, disentri, dan pembunuh sel kanker. Bunganyapun dapat dijadian obat gosok untuk mengobati masuk angin.

Orang Papua terbiasa menggosok kulitnya dengan dedaunan tertentu sebelum masuk ke hutan. Maksudnya agar terlindung dari serangan serangga, khususnya nyamuk. Daun-daun tersebut berasal dari tanaman yang disebut Zodia (Evodia suaveolens). Kita ketahui, zodia ini adalah tanaman asli Indonesia yang berasal dari Papua. Saat ini tanaman ini sangat mudah diperoleh karena merupakan salah satu jenis tanaman anti nyamuk favorit yang cukup dikenal masyarakat.

Zodia akan mengeluarkan aromanya bila daun-daunnya saling bergesek. Karena itu letakkanlah tanaman ini di sekitar tempat di mana angin masuk dalam ruangan, bisa juga di sudut ruangan tertentu, kemudian tiuplah dengan kipas angin. Aroma yang cukup wangi pun akan menyebar. Namun demikian, kita tetap harus waspada. Kalau tanaman zodia diletakkan di ruangan yang cukup sempit dan sirkulasi udaranya hanya sedikit, bisa-bisa orang yang berada di dalamnya pun akan menjadi pusing atau mabuk.

Biasanyanya tanaman ini ditanam dalam pot, dan digunakan sebagai tanaman dalam ruangan (indoor plant). Namun, baik juga kalau langsung ditanam di halaman rumah. Bahkan dengan demikian bisa memberikan kesejukan tersendiri. Tinggi tanaman ini- bila dibiarkan tumbuh bebas di halaman - bisa mencapai 200 cm. Daunnya cantik sekali, hijau agak kekuningan, pipih panjang tapi lentur, dan menyejukkan mata yang memandang.

Tanaman zodia juga cukup mudah diperbanyak, baik melalui stek ranting maupun bijinya. Ketika sudah berbunga dan berbiji, biji zodia akan jatuh dan tumbuh di sekitarnya. Hanya saja, dalam fase pertumbuhan awalnya membutuhkan perhatian tersendiri. Bila langsung terkena sinar matahari, bisa-bisa malah mati. Sebaliknya, bila kurang sinar matahari justru pertumbuhannya tidak sehat. Tanaman ini akan tumbuh subur bila dikembangkan di daerah yang bersuhu cukup dingin.

2. Geranium



Kalau zodia lebih banyak ditanam di dalam pot, maka geranium lazim ditanam outdoor, meskipun cara penggunaannya sama, yakni dengan menggoyang-goyang helaian daun, atau tertiup oleh angin maupun kipas angin, dia akan mengeluar bau wangi yang khas (agak langu). Bau tersebut berasal dari kandungan yang dimiliki geranium, yakni zat yang disebut citronelol dan geraniol yang juga bersifat antiseptik. Nah zat-zat inilah yang mampu mengusir nyamuk karena baunya yang harum menyengat.

Tanaman geranium (Pelargonium citrosa) adalah tanaman perdu yang tumbuh berumpun, banyak mempunyai tunas anakan. Daunnya hijau berbentuk menjangkar (menyerupai jangkar), tepi daunnya bergerigi. Batangnya banyak mengandung air. Lazimnya diperbanyak dengan menggunakan stek anakan. geranium dapat dijadikan tanaman hias karena penampilannya yang indah.

Tanaman geranium sekurang-kurangnya memiliki tiga varian, yakni Citrosa mosquito fighter, Citrosa queen of lemon, dan Citrosa lady Diana. Citrosa mosquito fighter dulu-dulunya cukup mudah ditemukan di kawasan sekitar Bandung dan Sukabumi. Tumbuh liar di seputar sawah dan digunakan oleh penduduk kampung. Daunnya diambil lalu diselipkan diantara pakaian di dalam almari. Khasiatnya mampu mengusir nyamuk dan ngengat, juga memberikan aroma yang khas. Sekarang tanaman ini kembali diburu orang, terlebih di zaman di mana pola hidup kembali ke alam semakin populer

3. Lavender


Tanaman anti nyamuk jenis ini sering digunakan sebagai bahan baku lotion anti nyamuk. Tanaman yang berbentuk seperti semak atau pohon kecil ini, bunganya yang berwarna ungu dan indah ini mengeluarkan aroma yang sangat harum, inilah yang tidak disukai serangga. Bunga lavender ini juga bisa digosokkan ke tubuh untuk menghindari gigitan nyamuk. Lavender yang bisa ditanam dalam pot ini bisa ditaruh dalam ruang tamu untuk menambah kenyamanan ketika berbincang-bincang di situ, sekaligus untuk menghalau nyamuk dan serangga.

Aroma terapi dengan lavender dilakukan dengan mengambil wadah atau cawan, lalu diisi air panas. Tambahkan minyak lavender 4-5 tetes, lalu biarkan menguap sehingga aromanya menyebar ke seluruh ruangan.

4. Suren



Tumbuhan ini memiliki daun dan kulit kayu yang beraroma tajam yang dapat dimanfaatkan untuk mengusir serangga. Pohonnya berukuran cukup besar, bisa mencapai tinggi 20 meter. Biasanya secara tradisional para petani menggunakan suren untuk menghalau hama serangga tanaman

5. Serai Wangi


Tanaman serai wangi (Cymbopogon nardus) tumbuh berumpun dengan tinggi sekitar 50-100 cm. Daun tunggal berjumbai, panjang sampai 1 meter, lebar 1.5 cm, bagian bawahnya agak kasar, tulang daun sejajar. Batang tidak berkayu, berusuk-rusuk pendek, dan berwarna putih. Akarnya serabut.
cara memperbanyak dilakukan dengan pemisahan stek anakan. Stek diperoleh dengan cara memecah rumpun yang berukuran besar namun tidak beruas. Potong sebagian daun stek atau kurangi hingga 3-5 cm dari pelepah daun. Sebagian akar juga dikurangi dan ditinggalkan sekitar 2.5 cm di bawah leher akar. Setelah itu, ditanam di halaman rumah. Aromanya yang sangat wangi akan menyebabkan nyamuk menyingkir

6. Selasih


Aroma yang dikeluarkan daun selasih ini cukup tajam, bila terlalu lama diletakkan dalam sebuah ruangan, akan menghasilkan bau yang cukup pekat sehingga serangga, termasuk nyamuk enggan mendekat. Bijih selasih biasa dicampurkan dalam minuman karena rasanya menyegarkan diyakini berkhasiat meredakan panas dalam.

Source : pranaindonesia
Lavender2 pic from gardenguide



Baca Selengkapnya.... »»
Bookmark and Share

Tanaman Pagar Yang Indah dan Sehat

Diposting oleh emirgarden | Senin, April 13, 2009 | | 0 komentar »


Salah satu tren yang kini tengah digemari adalah konsep rumah berpagar tanaman. Selain cantik, jenis tanaman pun banyak memberi manfaat lain, seperti pengobatan.

Pagar dimaksudkan sebagai pembatas. Pembatas antara pemilik rumah atau pekarangan yang satu dengan pemilik lainnya. Oleh karena itu, setiap rumah membangun pagar sesuai selera dan kebutuhan masing-masing. Ada yang tembok megah, ada pula berupa pagar besi yang kaku dan kokoh. Ada juga kombinasi tembok dan besi, sehingga terkesan padat. Alasan membuat pagar semacam itu antara lain demi faktor

keamanan, dan alasan yang berkaitan dengan status sosial. Pagar yang megah dan mewah akan mengangkat pemilik rumah menuju sebutan sebagai orang modern.

Namun, kini mulai muncul gerakan back to nature. Serba natural. Serba alami. Penuh pesona asri. Ramah lingkungan. Dan salah satu wujudnya adalah pembuatan pagar tanaman. Apa yang menarik? Di samping alami dan sejuk, pagar tanaman juga berkesan indah artistik. Setelah pucuk tumbuh bertunas, tanaman kemudian diatur dan dipangkas hingga membentuk "bangunan" yang cantik. Ada pula pagar tanaman yang berbunga, mekar, hingga menampilkan kesan semarak dan energik.

Bahkan, sebetulnya leluhur kita sudah mempraktikkan membuat pagar tanaman, bukan sekedar dimaknai keindahannya, namun lebih sebagai bahan pengobatan alternatif. Orang Jawa tempo lalu, misalnya, suka menanam beluntas sebagai pagar tanaman. Semua tahu, beluntas juga dapat dipakai untuk sayur dan penyembuhan tradisional. Orang Sunda, misalnya, punya tradisi menanam hanjuang merah sebagai tanaman pagar. Dan hanjuang merah "dipercaya" sebagai tanaman tolak bala pengusir roh-roh jahat.

PILIH BIBIT KECIL

Bagaimana cara menanam pagar tanaman? Cangkul tanah sedalam 20 cm dan bentuk lubang tanam, tergantung selera Anda. Bisa dibuat sederhana seperti empat persegi panjang memanjang, atau dipotong-potong kubus atau segi enam tapi menyambung, misalnya.

Biarkan lubang tanam terbuka sekitar 2 minggu, sementara tanah cangkulan diberi pupuk organik sebanyak 2 - 4 kg/m2, juga 30 gram NPK (15 15 - 125)/m2. Atau Urea, TSP dan KCL masing-masing 10 gram/m2. setelah 2 minggu, tanah cangkulan yang diberi pupuk tersebut dimasukkan kembali ke dalam lubang tanam, lalu biarkan lagi selama 2 minggu.

Berikutnya, pilih bibit dari jenis tanaman yang akan ditanam. Sebaiknya pilih bibit yang masih kecil ketimbang yang sudah besar. Buat lubang kecil, dan masukkan bibit. Tekan tanah sekitar pangkal bibit, beri ajir dan ikat bibit pada ajir itu. Setelahnya, siram sampai basah.

Agar pagar tanaman tumbuh subur, sebaiknya setiap bulan diberi pupuk. Untuk tanaman pagar berbunga, gunakan pupuk NSK (15 25 - 15) yang kandungan P-nya tinggi. Sedangkan untuk pagar tanaman yang berdaun, gunakan pupuk NPK (25 15 - 15) yang kandungan N-nya tinggi. Di samping pemupukan, lakukan juga penyiraman, terutama di musim kemarau bisa disiram 2 kali pagi dan sore.

CUKUR-MENCUKUR

Kecantikan pagar tanaman juga bisa diperoleh lewat pemangkasan, yakni kegiatan cukur-mencukur batang dan daun tanaman. Malas memangkas, maka tanaman akan tumbuh malang melintang tak karuan dan menambah kesan jorok. Tujuan semula untuk menciptakan keindahan, bsia-bisa menghasilkan sebaliknya, jorok tak terurus.

Kenapa harus dicukur? Pertama, supaya selalu tumbuh tunas-tunas baru, dan membuat tanaman jadi rimbun teratur. Yang kedua untuk mendapatkan bentuk pagar tanaman yang indah, rapi dan sehat. Pemangkasan sebaiknya dilakukan sekurang-kurangnya 2 minggu atau 3 minggu sekali. Jangan terlalu lama (lebih 1 bulan), sebab selain lebih sulit memangkas, juga sulit membentuk tanaman tersebut.

Bagaimana kiat memangkas yang benar? Siapkan 2 buah bambu dan tali rafia. Tancapkan bambu tersebut pada ujung-ujung pagar tanaman. Ikatkan tali rafia pada bambu di sebelah ujung pagar tanaman dengan tinggi tergantung selera dan kebutuhan, lantas tali rafia ditarik dan diikatkan pada bambu yang berada di ujung lainnya. Tampaklah batas bentangan tali rafia tersebut. Dan di sanalah Anda bisa mencukur tanaman. Demikian seterusnya. Gampang bukan?

tabloidnova

Baca Selengkapnya.... »»
Bookmark and Share

Teratai, Tanaman Hias lagi Menyehatkan

Diposting oleh emirgarden | Jumat, April 10, 2009 | , | 0 komentar »


Oleh : Dr Rochajat Harun Med

KabarIndonesia - Teratai kini banyak dijumpai di kota-kota besar baik yang ditanam di dalam pot, jambangan, maupun di kolam taman. Utamanya masyarakat elit di perkotaan menggunakan tanaman air teratai ini adalah sebagai tanaman hias guna menambah keindahan pekarangan rumah atau pertamanan. Di perdesaan pun teratai sudah lama banyak ditanam terutama di kolam-kolam yang berguna selain untuk hiasan kolam, juga untuk makanan ikan terutama ikan gurame.


Biasanya tanaman Teratai ditanam sebagai penghias kolam. Sosoknya yang cantik dapat memperindah taman di rumah-rumah mewah. Terlebih padasaat bunganya bermekaran, semakin menyemarakkan suasana. Tetapi, mungkin saja diantara kita belum tahu bahwa si cantik ini ternyata dapat diolah menjadi makanan lezat dan berkhasit bagi kesehatan guna menyembuhkan berbagai penyakit.

Pada jaman dulu, keagungan teratai selalu dikaitkan dengan upacara-upacara ritual. Pemeluk Hindu mem persembahkan teratai ungu atau biru lembayung kepada Dewa Wisnu, teratai merah kepada Brahma, dan teratai putih kepada Syiwa. Masyarakat Budha pun menganggap bunga ini sebagai lambang kesucian. Hal ini tercermin dalam berbagai lukisan dan patung yang menggambarkan Sang Budha duduk bersemedi di atas bunga teratai yang sedang mekar.

Sebagai tanaman hias, keindahan dan keanggunan teratai tak perlu diragukan lagi. Tanaman ini bisa berbu nga beberapa kali dalam setahun, sehingga boleh dibi lang masa pembungaannya tidak mengenal musim. Pada saat mekar, diameter bunga mencapai 25 cm.

Tanaman teratai ada 2 jenis yaitu lotus (Nymphaea pube scens Willd) dan Seroja (Nelumbium nelumbo Gaernth). Banyak orang mengira bahwa kedua tanaman ini sama, karena bentuk bunga yang memang serupa dan sulit dibedakan. Tetapi sebenarnya ada ciri-ciri tertentu untuk membedakan dan mengenali kedua tanaman ini.

Jenis yang pertama, lotus, mempunyai ciri utama batang atau rimpangnya tumbuh tegak dalam air, buahnya pun masak dalam air. Daunnya yang bundar lonjong melipat dan bergerigi pada tepinya serta mengapung di permukaan air. Bunga lotus mekar pada malam hari dan pada umumnya berwarna putih. Akan tetapi, banyak pula dijumpai bunga yang berwarna merah atau merah jambu. Ada satu jenis lotus yang berwarna ungu atau biru lembayung, yang dikenal dengan Nymphaea ca pensis Thunb. Jenis ini mekar pada siang hari. Di Inggris, tanaman air jenis ini dikenal dengan water lotus.

Berbeda dengan lotus, seroja yang dikenal sebagai water lily oleh orang Inggris, mempunyai daun bundar yang disangga oleh tangkai yang sangat panjang. Daun nya menyembul ke atas permukaan air bagai payung yang terbuka dan menjulang tegak seperti daun keladi. Bunga seroja umumnya berwarna merah jambu, jarang yang berwarna putih. Perbedaan lain, buah seroja masak di permukaan air.

Potensi tanaman teratai sebagai sayur dan obat sudah dikenal masyarakat Cina sejak ratusan tahun yang silam. Seluruh bagian tanaman , mulai dari akar, umbi, batang, daun, bunga, buah, dan biji, dapat diolah menjadi sayuran dan berkhasiat mengobati penyakit penyakit tertentu.

Daun teratai banyak mengandung vitamin C dan sering dipakai untuk membungkus makanan yang ditim, seperti nasi tim dan tim ayam, untuk menimbulkan aroma khas teratai. Di samping itu, daun teratai yang telah dibakar dapat digunakan untuk mengobati luka memar dan bisul.

Umbi teratai yang menyerupai ubi jalar tetapi ber lubang-lubang ini banyak mengandung protein, vita min C, B1, B2, dan asam dasar NH3, yang dapat menghangatkan tubuh serta menghilangkan memar.

Sebagai makanan, biji teratai ternyata mengandung protein tinggi, vitamin C, dan senyawa kimia ragi. Oleh karena itulah teratai dipercaya dapat mengembalikan kekuatan tubuh dan memperlancar peredaran darah. Saat ini, di pasar swalayan banyak tersedia umbi kering dan biji teratai yang siap diolah sebagai bahan sup dan makanan ringan (snack).

Akar rimpang teratai yang mengandung air, lodoh, dan berasa manis, dapat dimakan setelah direbus atau dipendam dalam abu. Tunas-tunas akar muda, yang banyak mengandung zat pati, dapat diolah menjadi sayuran lezat dan berkhasiat menyembuhkan diare. Sedangkan akar yang agak tua, liat, dan berserabut, air rebusannya bermanfaat untuk melancarkan air seni.

Ternyata bukan hanya orang Cina saja yang menge tahui khasiat tanaman air ini. Penduduk suku Makasar pun sudah lama memanfaatkan teratai sebagai obat bermacam-macam penyakit. Daun mudanya yang masih menggulung dimakan sebagai lalaban mentah, atau dimasak terlebih dahulu. Tangkai daun yang masih muda dapat disayur, sedangkan daun tua yang besar dan berbentuk corong digunakan sebagai pembungkus.

Di samping itu, lendir dari irisan tangkai daun dan bunga teratai ini mereka gunakan untuk mengobati mencret dan muntah-muntah yang disertai kejang. Penduduk juga menggunakan air seduhan daun seroja untuk mengobati kuda peliharaan mereka yang sukar mengeluarkan air kencing.

Khasiat lain dari tum buhan ini adalah buah teratai, yang mirip buah karang dan berwarna hijau kekuningan berasa sepat. Hal ini baik sekali sebagai obat datang bulan yang tidak teratur.

Tumbuhan teratai mempunyai biji sebesar butiran kacang tanah. Biji-biji itu tersembunyi di dalam iubang lubang buah yang menyerupai sarang lebah dan diseli muti kulit yang rasanya sepat. Biji teratai yang tua dan kering dimasak atau disangraisampai kulitnya pecah. Lalu kita dapat menikmatinya seperti laiknya kacang goreng.

Berbeda dengan di Cina, Filipina, dan India. Bangsa Cina membuat bubur dari biji teratai yang telah dikupas dan masih segar, kemudian dicampur dengan gula batu. Bubur ini baik sekali untuk penderita yang baru sembuh dari berak darah, karena bersifat mendinginkan. Di Filipina, biji teratai yang tua dijadikan makanan pula. Bahkan di India, biji yang sudah menjadi tepung itu dibuat roti.

Meskipun demikian, sebaiknya kita agak berhati hati terhadap lembaga yang terdapat dalam biji teratai sebab mengandung alkoid nelumbine. Jika alkoid ini sampai masuk ke peredaran darah manusia, maka akan menyebabkan kelumpuhan pada sumsum tulang pung gung dan jantung. Oleh karena itu, sebelum biji teratai diolah, sebaiknya bagian lembaga dibuang terlebih dahulu.

Si cantik multiguna ini tidaklah sulit dipelihara, asalkan kita tahu kesukaannya. Teratai menyukai tempat yang bersuhu 20-30 derajat Celcius, cukup air dan sinar matahari, namun tidak banyak angin. Sebagai tanaman hias di kolam, sebaiknya teratai ditanam di kolam yang berair tenang dan tidak mengalir.

Perbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan me nanam biji, umbi, atau dengan memisahkan anaknya menjadi satu individu baru. Jika penanaman dimaksud kan untuk memanen hasilnya sebagai sayuran dan bahan obat, sebaiknya bibit biji dan umbi tersebut lang sung ditanam di dasar kolam atau disemaikan terlebih dulu.

Sebelum penana man dimulai, persiapkan lahan atau kolam yang akan digunakan. Bersih kan lahan dari rumput dan kotoran, kemudian dipupuk dengan kotoran ayam, kapur dan kalium. Setelah itu bibit dapat langsung ditanam dan kolam diairi. Agar tanaman hias ini tetap cantik, lakukan pemupukan rutin setiap 15 hari dengan pupukSulfur Radon Hidrogen (SRnH2) dan kalium.

Untuk menghindari pengerutan daun, keropos, bintil kulit daun, dan hama penyakit lain, sebaiknya tanaman disemprot dengan pestisida sistematik.

Teratai sangat potensial untuk dikembangkan sebagai sayuran yang berkhasiat. Agaknya masakan yang dibuat dari tanaman ini, baik sebagai bahan pokok maupun penunjang, sangat disukai dan sesuai dengan lidah masyarakat kita. Terbukti, restoran khusus masakan teratai yang terletak di kawasan Puncak Bogor, tidak pemah sepi pengunjung. Kita dapat memilih aneka masakan teratai, seperti ikan kakap teratai, kang kung hoplate biji teratai, tumis akar teratai, sup teratai, sup akar teratai, dan sup asam pedas teratai. Di restoran ini juga tersedia es dan sekoteng biji teratai, bahkan jus bunga teratai.

Di daerah pedesaan, teratai banyak tumbuh liar di kolam atau rawa. Bila masyarakat di sekitarya mau memberikan sedikit perhatian pada tanaman ini, tentu dapat menambah pendapatan mereka. Mereka dapat membudidayakan tanaman tersebut secara lebih intensif agar memperoleh mutu yang baik. Selanjutnya, petani petani itu dapat menjadi pemasok teratai ke retoran restoran, atau mengembangkan usaha serupa yang dike¬lola sendiri

kabarindonesia
pic from fotokita

Baca Selengkapnya.... »»
Bookmark and Share

Bunga Desa Nursery, Dan Aglaonema

Diposting oleh emirgarden | Rabu, Maret 04, 2009 | , | 1 komentar »


Bagi anda penggemar tanaman hias khususnya aglaonema dan sering mengunjungi pameran / expo tanaman hias di seputar wilayah Jabodetabek, anda akan sering menemui stand dari nursery yang satu ini. Ya, “Bunga Desa” sebuah nursery spesialis Aglaonema yang telah eksis sejak tahun 2005 yang lalu.

Adalah Mirza Mandong sang pemilik yang memulai menekuni bisnis tanaman hias, khususnya Aglaonema disela-sela kegiatannya sebagai seorang karyawan swasta yang berkantor dibilangan kuningan, Jakarta. Masih segar dalam ingatannya, ketika Aglaonema mengalami booming di Indonesia, Mirza mengendus peluang usaha ini. Dengan pengetahuan secukupnya, iapun mulai membuka usaha tanaman hias dirumahnya di kawasan Bintaro dan diberi nama Bunga Desa Nursery. Dari awal memang Mirza sudah menetapkan Aglaonema sebagai spesialisasinya. Dimulai dengan menjual / beli aglo lokal dan beberapa aglo non lokal yang dibelinya dari pedagang yang dikenalnya disebuah pameran. Dengan ketekunan dan keuletannya, usahanya terus berkembang tidak hanya menjadi sebuah nursery rumahan. Pelan tapi pasti nama Bunga Desa mulai sering muncul di beberapa pameran di Jabodetabek. Tak sampai setahun, karena tak mau berpuas diri hanya menjadi “perantara” antara eksportir kepada pedagang, iapun memberanikan diri terbang ke Bangkok untuk menyambangi sarang sang ratu daun disana.

Pada awalnya memang tidak mudah. Pengetahuan tentang situasi “medan” di Thailand yang masih minim, serta peta perizinan yang yang harus ditempuh tak membuatnya surut. Ketekunannyapun membawa hasil. “ Minimal sebulan sekali saya pergi ke Bangkok dan Rayong untuk berbelanja Aglaonema. Pada awalnya saya berbelanja seribu batang Aglo. Lalu meningkat hinga dua-tiga kali lipat ” katanya. Tak hanya menjual aglo kepada pembeli langsung yang datang ke rumahnya atau di pameran, Bunga Desa juga memasok aglo ke beberapa pedagang yang menjadi langganan tetapnya. Tercatat beberapa pedagang aglo dari Depok, Tangerang, Bogor, Purwakarta dan Serang rutin mengambil barang dagangan darinya.



Ketika kemudian Aglaonema mengalami booming, pemintaan dari pedagang-pedagang langganannya-pun meningkat pesat. Tetapi sayang, kesempatan yang terbuka lebar ini tidak mampu dimanfaatkan secara maksimal. Kesibukannya di tempat kerja, membuatnya tak bisa leluasa mondar-mandir Jakarta – Bangkok. Kesetiaannya pada aglonema memang luar biasa. Ketika Anthurium mengalami masa booming berkali-kali, Bunga Desa tetap setia dengan Aglaonema. Pernah suatu ketika di perhelatan Flona 2007, ketika Anthurium benar-benar menguasai Lapangan Banteng, saya beberapa kali berdiskusi dengan Mirza di stand-nya. Ia mengatakan, Justru dikesempatan itulah ia bisa memetik untung lebih besar. Alasannya, ketika banyak Nursery, Importir dan pedagang berpaling dan konsentrasi pada Anthurium, “pemain” aglo menjadi berkurang. Berarti persaingan-pun menjadi berkurang, sedangkan konsumen yang mencari aglo masih tetap seperti sedia kala.

Demikain pula ketika trend Sansevieria dan Puring mulai menggeliat, walaupun tidak sampai mengalami booming, Mirza dan Bunga Desa tidak pernah berpaling sekalipun dari aglaonema yang telah “membesarkannya”.

Saat ini, ketika trend dan bisnis tanaman hias mengalami “koreksi” besar-besaran-pun tak merubah wajah Bunga Desa. Ketika ditemui di stand S-03 Trubus Agro Expo Cibubur, Mirza mengatakan : “ Permintaan dan penjualan Aglaonema saat ini masih tetap banyak seperti sedia kala. Hanya memang harga mengalami penurunan. Justru keadaan ini semakin bagus. Bagi pembeli yang dulu ingin mengkoleksi banyak aglo, mengalami kendala pada harga. Nah saat ini harga yang jauh terjangkau, membuat mereka bisa melengkapi koleksinya tanpa merongrong isi kantongnya”. Ditanya tentang rutinitasnya “jalan-jalan” ke bangkok, Mirza menuturkan saat ini masih seperti biasa, setiap bulan sekali belanja aglo langsung dari Thailand. Karena permintaan yang masuk dari pedagang dan pelanggannya terus mengalir, disamping dengan mengikuti pameran yang rutin digelar seperti Rangkain Trubus Agro Expo seperti saat ini.

Bagi anda penggemar aglaonema yang ingin melengkapi koleksi anda, atau ingin mencoba membuka usaha menjual Aglaonema dan ingin mendapatkan kualitas aglo dan harga aglo yang spesial, anda bisa menghubungi Mirza Mandong dialamat :

BUNGA DESA NURSERY
Arinda Permai I Blok H/14 Pondok Aren Raya
Bintaro – Tangerang
Telp.: (021) 99726609 / 0816865572


Special Thanks for
Mirza Mandong and Bunga Desa Nursery crew

Baca Selengkapnya.... »»
Bookmark and Share

Kembang Kertas dan Khasiat Obat

Diposting oleh emirgarden | Kamis, Februari 12, 2009 | , | 0 komentar »


Uraian :
Kembang kertas merupakan tanaman asli Meksiko, dan dapat ditemukan sampai ketinggian 1.400 m dpl. Tanaman ini menyukai tempat-tempat terbuka yang terkena cahaya matahari, biasa ditanam secara bergerombol di taman-taman atau di pekarangan sebagai tanaman hias atau bunganya digunakan sebagai bunga potong. Terna menahun yang tumbuh tegak dan berambut kasar ini tingginya sekitar 30-50 cm, daunnya berwarna hijau, letaknya berhadapan. Helaian daun bentuknya memanjang, ujung runcing, pangkal memeluk batang, tepi rata, tulang daun melengkung. Bentuk bunganya seperti bunga Aster, dengan warna yang beraneka ragam seperti merah tua, merah muda, kuning atau biru keunguan yang keluar dari ujung batang. Perbanyakan dengan biji.

Nama Lokal :

Kembang Kertas, Kembang ratna; Bai fi ju (China).

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Disentri, Kencing nanah, Bisul, Sakit pada puting susu;

Komposisi / Sifat Kimiawi and Efek Farmakologis :

Tawar, sejuk

Bagian Yang Dipakai :

Seluruh tumbuhan

Kegunaan :

- Disentri.
- Kencing nanah
- Bisul (furunculosis)
- Sakit pada puting susu (papilla mammae)

Cara Pemakaian :
Untuk minum: 10 - 30 gram, direbus.

Pemakaian Luar:

Secukupnya digiling halus dibubuhkan kebagian yang sakit

iptek-net


Baca Selengkapnya.... »»
Bookmark and Share

Suvenir Tanaman Hias Mulai Diminati

Diposting oleh emirgarden | Selasa, Februari 10, 2009 | | 1 komentar »


Tandamata atau suvenir merupakan hal biasa yang ditemukan pada pelbagai acara, seperti pernikahan. Ada suvenir berupa kipas tangan paduan bahan bambu dan kain lukis, ada pula berbahan keramik, gantungan kunci dan sebagainya. Ketika semaraknya tanaman hias saat ini, sebagian masyarakat yang menggelar hajatan mulai memesan tanam sebagai suvenir.

Tanda-tanda mulai diminatinya suvenir tanaman pada saat perkawinan dikemukakan Antonius Karjono, pegiat pengembangbiakan tanaman dengan sistem kultur jaringan Sumber Arum Garden di Jatibening, Bekasi, Jawa Barat.

Karjono, laki-laki kelahiran Yogyakarta 60 tahun silam ini mengatakan, selain karena penggemar tanaman hias terus berkembang, pencanangan pemerintah pada program penanaman pohon untuk menjaga kelestarian lingkungan menghadapi pemanasan global (global warming) pun turut mendorong meningkatkan permintaan suvenir tanaman. Permintaan suvenir tanaman hias biasa dilakukan saat pernikahan, sedangkan suvenir tanaman keras biasa dilakukan pada acara pemerintah seperti seminar atau lokakarya.

Layaknya suvenir, tanaman dikemas apik, sehingga tidak merepotkan para tamu. Ada suvenir tanaman hias yang sedang digemari seperti Aglaonema, dan berbagai jenis Anthurium. Tersedia pula tanaman buah-buahan hingga tanaman keras.

Bibit tanaman yang tumbuh dalam pot kecil dimasukkan lagi ke dalam kotak kertas. Kertak dilobangi segi empat dan dilapisi plastik bening, memungkinkan tetamu dapat memandangi indahnya tanaman hias sedari awal.

"Kami melayani sesuai permintaan. Agar persediaan terjamin, dimohon memesan tiga sampai empat bulan sebelum pemakaian," ujar Karjono yang juga pemilik rumah makan Bebek Ginyo, dan De Jon's Burger di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Harga satu paket bervariasi, antara Rp 7.500 sampai Rp 15.000.

Dalam pengembangbiakan ini, Karjono bermitra dengan Ovarianto, sesama penggemar tanaman. Mereka membuka kebun pembibitan dengan sistem kultur jaringan atau kloning. Kloning merupakan teknik penggandaan gen yang menghasilkan turunan yang sama sifat baik dari segi hereditas maupun penampakannya. Dengan sistem ini, pemesan tidak perlu khawatir jumlah pesanannya takkan tercukupi karena lambatnya pembibitan.

Menurut Opak demikian sapaan akrap Ovarianto, sistem kloning dapat melipatgandakan jumlah pembiakan dalam waktu singkat. Dia mencontohkan pembiakan tanaman Aglaonema secara alami, satu pohon, maksimal dibiakkan 10-12 tanaman dalam setahun. Sedangkan dengan sistem kloning, tidak terbatas.

Dia menjelaskan, cara kerja kloning tanaman adalah dimulai dengan menyediakan daun muda, tunas atau akar. Biang itu dimasukkan ke dalam medium berupa botol kaca bening yang telah disterilikan.

Botol terlebih dahulu diisi bahan pendukung seperti hormon, gula, vitamin berupa agar-agar, dan karbon aktif. Butuh waktu sebulan untuk menumbuhkan kalus atau bentolan atau bahan tunas dari daun. Dari sehelai daun muda kurang lebih seukuran penampang sendok makan akan menghasilkan 10 kalus. Kemudian secara berlipat ganda, masing-masing kalus dapat dikembangbiakkan lagi ke medium berbeda untuk mendapatkan 10 kalus lagi.

Dengan dua kali pembiakan kultur jaringan diperoleh 100 kalus (10 X 10), dan seterusnya dapat dilakukan sesuai kapasitas yang dikehendaki sehingga sehelai daun muda dapat menghasilkan satu juta tanaman baru dengan sistem kultur jaringan.

Semua tanaman dapat dikembangbiakkan dengan sistem kultur. Dari tanaman hias, buah-buahan hingga tanaman keras. Tanaman merambat, pohon besar, berakar tunggang, akar serabut termasuk pisang.

Pada kebun pembibitan di Jatibening, Bekasi, Karjono membiakkan antara lain tanaman hias berdaun indah nan mahal. Antara lain Aglaonema, dan Anthurium. beragam jenis Aglaonema, dan Anthurium tersedia, misalnya Anthurium Naga, Sweety, Kirky. Tanaman lain seperti pisang cavendis, nanas, jagung, kedelai, sawit, tembakau, kayu eboni, kayu jati emas.

Menurut Ova, sistem kultur inilah yang dikembangkan peneliti pertanian Thailand, sehingga komoditas pertanian Thailand unggul dengan produk-produk berlabel buntut 'Bangkok'. Tanaman yang dikloning, pertumbuhannya dua kali lebih cepat dibandingkan dengan pembiakan konvensional. Kelebihan lainnya, tahan hama dan penyakit.

Dia membantah pendapat yang menyebut kualitas tanaman hasil kloning kurang baik. Jati misalnya, ada anggapan pori-porinya lebih kasar dengan ukuran pohon jati lokal, untuk mencapai ukuran sekitar 20 cm butuh waktu delapan tahun, sedangkan jati kloning hanya empat tahun. "Lalu orang membandingkan keduanya. Kalau mau yang betul, bandingkan dari segi umur, yakni jati hasil kultur dengan jati lokal yang sama-sama delapan tahun, kualitas pasti sama, tetapi ukuran jati kultur jauh lebih besar," ujarnya. (Persda Network/domu damianus ambarita)

kompas

Baca Selengkapnya.... »»
Bookmark and Share

Bunga Matahari dan Khasiat Obat

Diposting oleh emirgarden | Selasa, Februari 03, 2009 | , | 0 komentar »


Uraian :

Herba anual (umumya pendek, kurang dari setahun), tegak, berbulu, tinggi 1 - 3 m, Ditanam pada halaman dan taman-taman yang cukup mendapat sinar matahari, sebagai tanaman hias. Termasuk tanaman berbatang basah, daun tunggal berbentuk jantung, bunga besar/bunga cawan, dengan mahkota berbentuk pita disepanjang tepi cawan, berwarna kuning, dan di tengahnya terdapat bunga-bunga yang kecil berbentuk tabung, warnanya coklat.

Nama Lokal :

Bungngong matahuroi, bungka matahari, purbanegara; Bunga panca matoari, bunga teleng matoari, Sungeng; kembang sarengenge, kembhang mataare, bungga ledomata; kembang sangenge, kembhang tampong are; Xiang ri kui (China).;

Komposisi / Sifat Kimiawi dan efek farmakologis :

Rasa lembut, netral. Bunga: Menurunkan tekanan darah, mengurangi rasa nyeri (analgetik). Biji : Anti dysentery, merangsang pengeluaran cairan tubuh (hormon, enzym, dll.), merangsang pengeluaran campak (measles). Daun: Anti radang, mengurangi rasa nyeri, anti malaria. Akar: Anti radang, peluruh air seni, pereda batuk, menghilangkan nyeri. Sumsum dari batang dan dasar bunga: Merangsang energi vital, menenangkan liver, merangsang pengeluaran air kemih, menghilangkan rasa nyeri pada waktu buang air kemih. KANDUNGAN KIMIA: Bunga : Quercimeritrin, helianthoside A,B,C , oleanolic acid, echinocystic acid. Biji : Beta-sitosterol, prostaglandin E, chlorogenic acid, quinic acid, phytin, 3,4-benzopyrene. Dalam 100 g minyak biji bunga matahari: Lemak total: 100, lemak jenuh: 9,8: lemak tidak jenuh: Oleat 11.7 dan linoleat 72.9, cholesterol.

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Hipertensi, Sakit kepala, Sakit gigi, nyeri menstruasi, reumatik; Nyeri lambung, radang payudara, Sulit melahirkan, Disentri, Campak; Infeksi saluran kencing, Bronkhitis, Batuk, Keputihan, Malaria;

Bagian Yang Dipakai:

Seluruh tanaman. Untuk penyimpanan: dikeringkan.

Kegunaan :

Bunga: Tekanan darah tinggi, mengurangi rasa nyeri pada sakit kepala,
pusing, sakit gigi, nyeri menstruasi (dysmenorrhoe), nyeri
lambung (gastric pain), radang payudara (mastitis), rheumatik
(arthritis), sulit melahirkan.
Biji: Tidak nafsu makan, lesu, disenteri berdarah, merangsang
pengeluaran rash (kemerahan) pada campak, sakit kepala.
Akar: Infeksi saluran kencing, radang saluran nafas (bronchitis), batuk
rejan (pertussis), keputihan (leucorrhoe).
Daun: Malaria.

Sumsum dari batang dan dasar bunga (reseptaculum):
Kanker lambung, kanker esophagus dan malignant mole. Juga untuk
nyeri lambung, buang air kemih sukar dan nyeri (dysuria), nyeri buang
air kemih pada batu saluran kencing, air kemih berdarah (hematuria)
dan ari kemih berlemak (chyluria).

Pemakaian:

Bunga: 30 - 90 gr.
Dasar bunga (Receptaculum): 30 - 90 gr.
Sumsum dari batang: 15 - 30 gr. rebus.
Akar : 15 - 30 gr.

Pemakaian Luar : Terbakar, tersiram air panas, rheumatik.

Cara Pemakaian :

Bunga (Flower head) :
1. Sakit kepala:
25 - 30 gr bunga + 1 butir telur ayam (Tidak dipecahkan) + 3 gelas
air, direbus menjadi 1/2 gelas. Diminum sesudah makan, 2 x sehari.

2. Radang payudara (Mastitis):
Kepala bunga (tanpa biji), dipotong halus-halus, kemudian dijemur.
Setelah kering digongseng/sangrai sampai hangus, kemudian
digiling menjadi serbuk/tepung. Setiap kali minum 10-15 gr,
dicampur arak putih + gula + air hangat. 3 kali sehari, minum
pertama kali harus keluar keringat. (Tidur pakai selimut).

3. Rheumatik:
Kepala bunga digodok sampai menjadi kanji, ditempelkan ke tempat
yang sakit.

4. Disentri :
30 gr biji diseduh, kemudian ditim selama 1 jam. Setelah diangkat,
ditambahkan gula batu secukupnya, minum.

Akar :
1. Kesulitan buang air besar dan kecil:
15 - 30 gr akan segar direbus, minum.

2. Infeksi saluran kencing:
30 gr akar segar direbus. (jangan lama-lama, sewaktu baru mendidih,
diangkat), minum.

Catatan : Sumsum dari batang dan dasar bunga berisi hemicellulose, yang menghambat sarcoma 180 dan ehrlich ascitic carcinoma pada tikus. Ekstrak dari sumsum dapat menghancurkan nitrosamine dan dapat untuk pencegahan dan pengobatan tumor saluran cerna (Tractus digestivus).

PERHATIAN : Wanita hamil dilarang minum rebusan bunga !


iptek-net

Baca Selengkapnya.... »»
Bookmark and Share

Bungur, Dan Khasiat Obat

Diposting oleh emirgarden | Jumat, Januari 30, 2009 | , | 0 komentar »


Bungur dapat ditemukan di hutan jati, baik di tanah gersang maupun di tanah subur hutan heterogen berbatang tinggi. Kadang-kadang, bungur ditanam sebagai pohon hias atau pohon pelindung di tepi jalan. Di Jawa, bungur dapat tumbuh sampai ketinggian 800 m dpl. Selain itu, bungur banyak ditemukan pada ketinggian di bawah 300 m. Pohon, tinggi 10-30 m. Batang bulat, percabangan mulai dari bagian pangkalnya, berwarna cokelat muda. Daun tunggal, bertangkai pendek. Helaian daun berbentuk oval, elips, atau memanjang, tebal seperti kulit, panjang 9-28 cm, lebar4-12 cm, berwarna hijau tua. Bunga majemuk berwarna ungu, tersusun dalam malai yang panjangnya 10-50 cm, keluar dari ketiak daun atau ujung ranting. Buahnya buah kotak, berbentuk bola sampai bulat memanjang,panjang 2-3,5 cm, beruang 3-7, buah yang masih muda berwarna hijau, setelah masak menjadi cokelat. Ukuran biji cukup besar, pipih, ujung bersayap berbentuk pisau, berwarna cokelat kehitaman. . Bungur dapat diperbanyak dengan biji.

NAMA LOKAL :
Sumatera: bungur (Melayu), bungur kuwal, bungur bener (Lampung), bungur tekuyung (Palembang). Jawa: bungur (Sunda), ketangi, laban, wungu (Jawa Tengah), bhungor, wungur (Madura). NAMA SIMPLISIA Lagerstroemiae speciosae Semen (biji bungur), Lagerstroemiae speciosae Cortex (kulit kayu bungur), Lagerstroemiae speciosae Folium (daun bungur).

BAGIAN YANG DIGUNAKAN
Bagian yang digunakan adalah biji, daun, dan kulit kayu.

Komposisi :
Daun mengandung saponin, flavonoida, dan tanin.

INDIKASI
Biji bungur digunakan untuk pengobatan : tekanan darah tinggi.
Kulit kayu digunakan untuk pengobatan :diare, disentri, dan kencing darah.
Daun digunakan untuk pengobatan : kencing batu, kencing manis, dan • tekanan darah tinggi.

CARA PEMAKAIAN
Untuk obat yang diminum, rebus kulit kayu sebesar dua jari, lalu air rebusannya diminum.
Untuk pemakaian luar, dapat digunakan biji untuk mengobati eksim.

CONTOH PEMAKAIAN DI MASYARAKAT

Eksim
Gongseng 5 g biji yang telah masak, lalu tumbuk sampai menjadi serbuk halus. Ke dalam serbuk tersebut, tambahkan 1/2 sendok teh minyak kelapa, lalu aduk sampai rata. Untuk pengobatan, oleskan ramuan tersebut pada bagian kulit yang terkena eksim.

Diare
Cuci kulit kayu sebesar 2 jari sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan 1/2 cangkir air masak, lalu aduk sampai rata. Selanjutnya, saring dan air saringannya diminum sekaligus.

Kencing manis
Cuci 8 lembar daun bungur segar sampai bersih, lalu rebus dalam tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin saring, lalu minum sekaligus pada pagi hari.

ipteknet

Baca Selengkapnya.... »»
Bookmark and Share

Bunga Raffleshia

Diposting oleh emirgarden | Minggu, Januari 18, 2009 | | 0 komentar »


Rafflesia Arnoldii adalah salah satu jenis flora unik Indonesia yang dinobatkan sebagai "puspa langka nasional Indonesia". Ia mempunyai nama daerah yang beragam sesuai dengan bahasa penduduk kawasan tumbuhnya, seperti sekedai, ambun, bunga benalu, bunga hantu, ambai-ambai dan lain-lain. Ada beberapa macam bunga Rafflesia seperti Rafflesia Acehencis, Rafflesia Rochussenii, Rafflesia zollingeriana dan lain-lain yang tumbuhnya tersebar di beberapa daerah di kawasan Malenesia yang meliputi Malaysia, Indonesia dan Filipina. Tetapi jenis-jenis ini umumnya berukuran lebih kecil dengan penampilan saling berbeda. Rafflesia Arnoldii berukuran raksasa dan diketahui hanyaterdapat di Sumatera dan penyebarannya berada di sepanjang punggung Bukit Barisan dari Aceh sampai Lampung dengan pusat ekologi di Bengkulu

Pertumbuhan Rafflesia Rrnoldii dimulai dengan perkecambahan yang terdapat di dalam kulit tumbuhan inang kemudian berkembang menjadi benang-benang

Proses terbentuknya bunga diawali oleh pembengkakan di dalam akar atau batang tumbuhan inang serta terbentuknya kuncup. Kuncup ini terus membesar sampai secara perlahan merobek permukaan. Kulit inang pecah sehingga terlihat bagian kuncup yang diliputi oleh braktea berwarna putih yang kemudian berubah menjadi coklat kehitaman. Pada diameter sekitar 25 cm, braktea tergeser dan terlepas satu persatu sehingga terlihat bagian bunga berwarna merah muda, bagian ini merupakan bagian yang kelak menjadi perigonium ( perhiasan bunga ). Braktea dapat dibedakan dari perigonium yaitu dari warnanya yang lebih gelap, lebih keras dan lebih tipis. Bunga mulai mekar dengan membukanya lobur perigonium satu persatu atau kira-kira pada saat kuncup berdiameter 30-35 cm. Lamanya perkembangan dari kuncup yang berdiameter 4 cm sampai bunga mekar ( diameter kuncup sekitar 34 cm ) diperkirakan 310 hari. Sedangkan waktu yang diperlukan dari fase biji sampai terbentuknya biji lagi diperkirakan selama 4,5 – 5 tahun.

Masa mekar sampai layu bunga Rafflesia Arnoldii biasanya 5-7 hari, kemudian membusuk dan biasanya akan dikerumuni lalat dan serangga lain. Rafflesia Arnoldii berbunga sepanjang tahun dan saat berbunga paling banyak adalah pada bulan-bulan basah.

Saat mekar, bunga Rafflesia Arnoldi mengeluarkan bau agak busuk. Sehingga ada yang menyamakan namanya dengan bunga bangkai ( Amorphophallus titanum ). Selain itu Rafflesia Arnoldii juga dikenal dengan sebutan “Padma Raksasa” karena ukurannya yang besar.

Bau busuk dari Rafflesia Arnoldii akan menarik berbagai jenis serangga terutama lalat. Lalat ini akan hinggap dari satu bunga ke bunga yang lain. Rafflesia Arnoldii merupakan tumbuhan berumah dua, sehingga dalam penyerbukannya memerlukan perantara yang berupa hewan. Lalat merupakan hewan utama yang membantu dalam penyerbukan. Lalat penyerbuk pada tumbuhan ini adalah Lucilia sp (lalat hijau) dan Sarchopaga ( lalat abu-abu ). Jika bunga betina dapat diserbuki maka akan dihasilkan buah yang berisi lebih dari 100 biji. Bunga jantan dan bunga betina akan sulit dibedakan apabila kita lihat dari luar karena kedua-duanya berwarna merah kecoklat-coklatan dengan bintik-bintik putih.

Biji Rafflesia Arnoldii yang terdapat pada jaringan buah yang terurai hanya dapat tumbuh pada tumbuhan inangnya bila terdapat hewan penyebar biji yang berfungsi sebagai pembawa biji dan melukai akar tumbuhan inang. Hewan yang berperanan dalam penyebaran biji ini diduga berasal dari mamalia berkuku ( ungulata ) seperti babi hutan, rusa, kijang dan jenis tupai.

yayasan-lembak

Baca Selengkapnya.... »»
Bookmark and Share