Photobucket
Tampilkan postingan dengan label Taman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Taman. Tampilkan semua postingan

Buat Taman Yuk

Diposting oleh emirgarden | Jumat, Mei 15, 2009 | | 0 komentar »


Membuat taman sendiri itu mengasyikkan lho… ternyata sangat mudah bila kita perlahan mempelajarinya. Yang terpenting adalah apa sih yang kita inginkan dan memang diperlukan untuk mempercantik rumah kita. Jangan pernah memikirkan seberapa luas halaman dan rupiah yang kita punya. Tau ga sebenarnya dengan membuat taman sederhana (min. 20% dari luas tanah) kita juga bisa menyelamatkan bumi dari pemanasan global lho istilah kerennya “Global Warming“.


Pemilihan tanaman, tata letak, pengolahan tanah dan perawatan, drainase dan tentu saja budget (soalnya emang harus tapi kalau ada yang ngasih diterima aja) yang harus diperhatikan.

Pemilihan tanaman

Pilih tanaman yang sehat (pastinya ya….) dengan daun yang lebat (kecuali kaktus …), batang yang kuat, usahakan beli tanaman atau pohon dengan container-nya maksudnya bila nanti kita menanam di taman kita dia dapat lebih cepat beradaptasi.

Tata Letak

Selalu perhatikan komposisi tanaman seperti rumput (grass), tanaman penutup (groundcover), perdu (shrubs and feature plant), tanaman air (waterplant) dan pohon (tree). Untuk area penutup dinding kita bisa letakkan pohon di belakang (foreground), dan dibawahnya kita dapat letakkan perdu tapi ingat jangan pernah meletakkan rumput di bawah pohon karna sudah pasti nanti akan mati. Di bawah atau sekitar perdu dapat kita tanam groundcovers, dan terakhir kita bisa menanam rumput.

Pengolahan tanah

Bagian ini yang paling penting diperhatikan. Pengolahan tanah yang baik dengan pencampuran tanah dan pupuk (organik atau non organik) tapi jangan kuatir sudah banyak penjual tanah yang telah dicampur (mixed) oleh penjual tanaman. Penyiraman yang baik juga harus diperhatikan terutama pada pagi dan sore hari. Tapi kalau ada dana lebih kita bisa beli sprinkler (penyiram air) otomatis yang dapat diset kapan kita mau menyiram air.

Drainase

Pada musim hujan bagian ini yang penting diperhatikan. Tanpa drainase kebun atau taman kita bisa banjir lho. Kenapa? Karena pada dasarnya drainase untuk mengatur aliran air yang sudah tidak terpakai dialihkan ke pembuangan riol (istilahnya got)
Jadi jangan ragu deh untuk membuat taman sederhana dengan budjet yang Anda punya, karena dengan sedikit kita mengolah halaman kita dampaknya akan semakin besar untuk lingkungan kita dan pada bumi pada umumnya.

desainlansekap

Baca Selengkapnya.... »»
Bookmark and Share

Taman Dalam Gentong

Diposting oleh emirgarden | Senin, Mei 04, 2009 | | 1 komentar »


Ini bukan gentong sembarangan. Gentong yang biasanya dipakai untuk tempat air bagi masyarakat pedesaan disulap menjadi taman. Bahkan, bisa dilengkapi air terjun! Tentu, semua ukurannya mini.

Perhatikan detail taman di dalam gentong-gentong ini. Indah, mirip betul dengan taman sungguhan, bukan? Untuk mendapatkan bentuk taman yang indah, tentu saja dibutuhkan kreativitas dan imajinasi yang tinggi. "Enggak gampang, lo, membuatnya," jelas Hj. Ritta Rico, pemilik Gentong Curug yang memproduksi taman mini tersebut.

Dengan melubangi pinggir gentong dan membuat langsung lansekap di dalamnya, taman mini pun tercipta. "Buat dulu lubang sebesar yang kita inginkan. Baru dibentuk reliefnya dari batu dan semen. Tambahkan bunga atau tanaman plastik." Untuk membuat air terjunnya pun diperlukan penghitungan yang matang. "Yang diutamakan adalah penggunaan selang dan penghitungan tepat mengenai perkiraan jatuhnya air," sambung Ritta yang memilih getong dari Plered, Purwakarta karena terkenal tahan banting.

Dari mana Rita pertama kali mendapat ide? Dari temannya yang punya taman dengan lansekap bagus, tapi harus direlakan saat si empunya pindah rumah. "Saya pikir, kenapa tidak bikin yang kecil saja, yang bisa dipindah-pindah. Tinggal disesuaikan tempatnya saja. Bisa ditaruh di ruang tidur, makan, atau ruang tamu."

Tanaman Hidup

Ternyata tidak sulit merawat gentong-gentong hias ini. Paling tidak, tidak sesulit merawat akuarium. Tinggal buang saja air di dalamnya, lantas keringkan dengan pompa yang biasa dipakai untuk membersihkan akuarium. Setelah itu dilap sampai kering, baru diisi lagi dengan air. "Tak seperti akuarium yang butuh perawatan khusus, gentong tak perlu disikat atau memakai sabun. Karena malah bisa merusak, dan airnya jadi tidak jernih." Lakukan setiap empat bulan sekali.

Ingin memakai tanaman hidup? Bisa! "Tapi harus dipesan khusus karena memakai tanah sebagai media. Tanamannya juga harus khusus seperti sri gading, atau lidah buaya yang kecil. Tidak semua tanaman bisa dipakai karena akan tumbuh membesar."

Suara gemercik air terjunnya pun amat menenteramkan, cocok untuk relaksasi. "Seperti mendengar suara alam. Apalagi kalau ditambah dengan aromaterapi bisa jadi obat untuk penghilang stres setelah seharian bekerja."

Awasi Si Kecil!

1. Hati-hati jika masih memiliki anak kecil yang pasti tertarik dengan gemericiknya air. Simpan di tempat yang jauh dari jangkauan.
2. Kondisi air sangat penting dan diperhatikan. Cek ketinggian air, lantas lakukan penambahan jika air mulai berkurang.
3. Letakkan sesuai interior rumah. Bisa ditaruh di tempat tinggi atau di lantai saja. Alternatif lain, gunakan rangka besi seperti yang biasa dipakai untuk pot tanaman.

Koleksi: Curug Gentong, Komp. Samudera Indonesia Blok A5, Depok (021 77824251)

tabloidnova

Baca Selengkapnya.... »»
Bookmark and Share