Photobucket
Tampilkan postingan dengan label Obat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Obat. Tampilkan semua postingan

Kumis Kucing dan Khasiat Obat

Diposting oleh emirgarden | Senin, April 20, 2009 | | 0 komentar »


Kumis kucing (Orthosiphon Spicatus BBS) berbentuk semak, batangnya basah, tingginya bisa mencapai 1,5 meter itu. Bisa tumbuh di tempat yang kering maupun basah pada ketinggian 700 meter di atas permukaan laut, tanaman ini memiliki daun berbentuk telur taji, tepi daunnya bergerigi kasar. Bunganya mengeluarkan benang sari dan putik berwarna putih atau ungu.

Tanaman ini memiliki sejumlah khasiat untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Daunnya mengandung kadar kalium (boorsma) yang cukup tinggi. Ia juga mengandung glikosida orthosiphonin yang berkhasiat untuk melarutkan asam urat, fosfat dan oksalat dari tubuh. Terutama dari kandung kemih, empedu dan ginjal.

Menurut buku Atlas Tumbuhan Obat Indonesia karya Dr Setiawan Dalimartha, seperti dikutip situs pusat data perhimpunan rumah sakit seluruh Indonesia (Persi), bunga tanaman kumis kucing merupakan bunga majemuk dalam tandan yang keluar di ujung percabangan. Warnanya ungu pucat atau putih sedangkan benang sarinya lebih panjang dari tabung bunga. Buah kumis kucing berupa buah kotak dan berbentuk bulat telur. Tanaman ini bisa diperbanyak dengan biji maupun setek batang.

Herba tanaman ini rasanya manis namun sedikit pahit. Herba kumis kucing ini bisa digunakan untuk mengobati sejumlah penyakit yaitu infeksi ginjal akut dan kronis, rematik, tekanan darah tinggi, kencing manis, kencing batu serta infeksi kandung kencing. Untuk mengobati penyakit infeksi ginjal dan hipertensi, cuci 30 gram herba segar kumis kucing, herba daun sendok dan rumput lidah ular. Rebus itu semua dalam tiga gelas air sampai hanya tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring airnya lalu diminum setengah gelas sebanyak dua kali sehari.

Bagi yang menderita infeksi saluran kencing, sering buang air kecil (volume sedikit dan anyang-anyangan), bisa dicoba penyembuhannya dengan ramuan herba segar daun kumis kucing, meniran, dan akar alang-alang masing-masing 30 gram lalu dicuci sampai bersih. Bahan-bahan tersebut selanjutnya dipotong-potong seperlunya lalu direbus dalam tiga gelas air hingga hanya tersisa setengahnya. Setelah dingin, air tersebut kemudian diminum masing-masing setengah gelas sebanyak tiga kali sehari.

Untuk mengobati kencing batu, 90 gram herba kumis kucing dicuci bersih lalu direbus dalam satu liter air hingga mendidih dan tersisa 750 cc. Setelah dingin, minumlah sebanyak tiga kali sehari masing-masing sepertiga bagian. Minumlah ramuan ini hingga penyakitnya sembuh.

Beberapa cara pemanfaatan kumis kucing untuk pengobatan menurut kweklina adalah sebagai berikut :

*Nyeri buang air seni :

Cara I: Seduh dan minum sejumput daun kumis kucing yang dikeringkan seperti teh, boleh juga kalau diberi gula aren.

Cara II: 1 sendok daun kumis kucing yang dilumatkan, 7 batang meniran, rebus dengan dua gelas air sampai air tinggal setengah. Minum air rebusan itu sebanyak 3x sehari.

* Batu ginjal :

Cara I: 25 g daun kumis kucing, 25 g daun ngokilo, 25 g daun meniran dengan akarnya, 25 g daun keji beling, dicuci. Rebus dengan 4 gelas air sampai mendidih. Minum semua air rebusan itu dalam sehari.

Cara II: 3 genggam daun kumis kucing, 5 helai daun keji beling dicuci, rebus dengan 2 gelas air. Minum airnya 2x sehari, pagi dan sore, selama 10 hari. Sesudah 10 hari, ganti dengan air rebusan jagung muda, 1 x sehari. Hindari makan daging kambing, durian serta makanan pedas.

* Rematik :

Sesendok kecil daun kumis kucing yang dilumatkan, 1 sendok makan daun meniran yang sudah dilumatkan juga, direbus dengan segelas air sampai airnya tinggal 3/4. Saring. Lalu diminum.

*Sakit pinggang :

7 helai daun dan 2 potong akar kumis kucing dicuci. Rebus dengan 1 gelas air. Biarkan satu malam, baru diminum.

* Radang ginjal :

40 helai bunga dan daun kumis kucing, 3 belimbing wuluh tua dicuci, dihaluskan. Seduh dengan 2 gelas air. Minum 3x sehari. Lakukan selama 1 minggu.

* Masuk angin :

1 sendok daun kumis kucing dan direbus dengan segelas air sampai air tinggal setengah. Diminum sekaligus.

* Demam :

100 g akar kumis kucing dicuci, rebus dengan 3 gelas air. Setelah mendidih, saring, dan ambil airnya. Minum air rebusan ini 1 gelas sehari.

* Susah kencing

Daun kumis kucing segar 1/4 genggam; Air 1 gelas, Direbus hingga memperoleh cairan 1/2 gelas, Diminum setiap hari 2 kali dan tiap kali minum 1/2 gelas

* Batu ginjal

Herba kumis kucing 6 g; Herba meniran 7 pohon; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 2 kali sehari; tiap kali minum 100 ml

*Kencing manis

Daun kumis kucing 20 helai; Daun sambiloto 20 helai; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari; 100 ml

*Sakit pinggang

Daun kumis kucing segar 1 genggam; Kulit batang pepaya seluas 4 cm2; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml

Source : gizi.net
Pic from flickr

Baca Selengkapnya.... »»
Bookmark and Share

Sepasukan Tanaman Anti Nyamuk

Diposting oleh emirgarden | Jumat, April 17, 2009 | , | 0 komentar »


Musim hujan belum berlalu. Genangan air masih tampak disana sini, membuat nyamuk bersarang dan berkembangbiak dengan riangnya. Tak hanya mengganggu, nyamuk juga sudah menjadi "musuh" yang bisa membahayakan keselamatan jiwa. Siapa tak kenal nama Aedes Aegypti ?. Serangga kecil penghisap darah penyebar penyakit demam berdarah.

Menjalankan program 3M, tentu sangat diajurkan. Demikian pula tindakan prefentif lain semisal

penggunaan obat anti nyamuk kimiawi, yang sepertinya sudah menjadi bagian hidup sehari-hari. Tetapi sadarkah anda bahwa penggunaan obat anti nyamuk kimia, bisa membawa dampak negatif bagi kesehatan kita ?. Penggunaan obat anti nyamuk semprot maupun bakar, bisa berpengaruh pada kesehatan pernafasan. Belum lagi biaya yang harus dikeluarkan untuk membelinya.

Lalu harus bagaimana ?. Jawabannya, kenapa tidak menggunakan “anti nyamuk” yang bersifat alami dan relatif lebih aman bagi kesehatan saja. Ya, seperti kita ketahui, banyak sekali jenis tanaman atau tanaman hias yang berkhasiat mengusir nyamuk dari sekitar kita. Selain berkhasiat mengusir nyamuk, mereka juga sekaligus bisa dimanfaatkan untuk menghias ruangan atau taman di sekitar rumah kita.

Paling tidak ada enam jenis tanaman yang diketahui bermanfaat untuk mengatasi “serangan” nyamuk. Hanya saja perlu diingat bahwa mereka tidak bersifat mematikan atau melumpuhkan nyamuk seperti halnya anti nyamuk kimia, tetapi mereka mengusir nyamuk dengan aroma yang dikeluarkannya. Lalu jenis-jenis tanaman apakah yang bisa dimanfaatkan untuk mengusir nyamuk dari sekitar kita ?. Silahkan simak beberapa ulasan berikut ini :

1. Zodia


Kenapa nyamuk takut pada zodia ?. Hal ini disebabkan karena tanaman yang termasuk dalam keluarga Rutaceae ini mengandung zat evodiamine dan rutaecarpine. Menurut Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), minyak yang disuling dari daun zodia mengandung linalool 46% dan apinene 13,26%. Nah, karena berbau tajam dan karenanya tidak disukai nyamuk, linalool ini bisa dimanfaatkan sebagai pengusir nyamuk.

Menurut Agus Kardiman (2004), daun zodia mampu menghalau nyamuk selama 6 jam, dengan daya halau (daya proteksi) sebesar lebih dari 70%. Selain efektif mengusir nyamuk, belakangan ini para ilmuwan menemukan khasiat lain dari daun zodia, misalnya penyembuh sakit kepala, disentri, dan pembunuh sel kanker. Bunganyapun dapat dijadian obat gosok untuk mengobati masuk angin.

Orang Papua terbiasa menggosok kulitnya dengan dedaunan tertentu sebelum masuk ke hutan. Maksudnya agar terlindung dari serangan serangga, khususnya nyamuk. Daun-daun tersebut berasal dari tanaman yang disebut Zodia (Evodia suaveolens). Kita ketahui, zodia ini adalah tanaman asli Indonesia yang berasal dari Papua. Saat ini tanaman ini sangat mudah diperoleh karena merupakan salah satu jenis tanaman anti nyamuk favorit yang cukup dikenal masyarakat.

Zodia akan mengeluarkan aromanya bila daun-daunnya saling bergesek. Karena itu letakkanlah tanaman ini di sekitar tempat di mana angin masuk dalam ruangan, bisa juga di sudut ruangan tertentu, kemudian tiuplah dengan kipas angin. Aroma yang cukup wangi pun akan menyebar. Namun demikian, kita tetap harus waspada. Kalau tanaman zodia diletakkan di ruangan yang cukup sempit dan sirkulasi udaranya hanya sedikit, bisa-bisa orang yang berada di dalamnya pun akan menjadi pusing atau mabuk.

Biasanyanya tanaman ini ditanam dalam pot, dan digunakan sebagai tanaman dalam ruangan (indoor plant). Namun, baik juga kalau langsung ditanam di halaman rumah. Bahkan dengan demikian bisa memberikan kesejukan tersendiri. Tinggi tanaman ini- bila dibiarkan tumbuh bebas di halaman - bisa mencapai 200 cm. Daunnya cantik sekali, hijau agak kekuningan, pipih panjang tapi lentur, dan menyejukkan mata yang memandang.

Tanaman zodia juga cukup mudah diperbanyak, baik melalui stek ranting maupun bijinya. Ketika sudah berbunga dan berbiji, biji zodia akan jatuh dan tumbuh di sekitarnya. Hanya saja, dalam fase pertumbuhan awalnya membutuhkan perhatian tersendiri. Bila langsung terkena sinar matahari, bisa-bisa malah mati. Sebaliknya, bila kurang sinar matahari justru pertumbuhannya tidak sehat. Tanaman ini akan tumbuh subur bila dikembangkan di daerah yang bersuhu cukup dingin.

2. Geranium



Kalau zodia lebih banyak ditanam di dalam pot, maka geranium lazim ditanam outdoor, meskipun cara penggunaannya sama, yakni dengan menggoyang-goyang helaian daun, atau tertiup oleh angin maupun kipas angin, dia akan mengeluar bau wangi yang khas (agak langu). Bau tersebut berasal dari kandungan yang dimiliki geranium, yakni zat yang disebut citronelol dan geraniol yang juga bersifat antiseptik. Nah zat-zat inilah yang mampu mengusir nyamuk karena baunya yang harum menyengat.

Tanaman geranium (Pelargonium citrosa) adalah tanaman perdu yang tumbuh berumpun, banyak mempunyai tunas anakan. Daunnya hijau berbentuk menjangkar (menyerupai jangkar), tepi daunnya bergerigi. Batangnya banyak mengandung air. Lazimnya diperbanyak dengan menggunakan stek anakan. geranium dapat dijadikan tanaman hias karena penampilannya yang indah.

Tanaman geranium sekurang-kurangnya memiliki tiga varian, yakni Citrosa mosquito fighter, Citrosa queen of lemon, dan Citrosa lady Diana. Citrosa mosquito fighter dulu-dulunya cukup mudah ditemukan di kawasan sekitar Bandung dan Sukabumi. Tumbuh liar di seputar sawah dan digunakan oleh penduduk kampung. Daunnya diambil lalu diselipkan diantara pakaian di dalam almari. Khasiatnya mampu mengusir nyamuk dan ngengat, juga memberikan aroma yang khas. Sekarang tanaman ini kembali diburu orang, terlebih di zaman di mana pola hidup kembali ke alam semakin populer

3. Lavender


Tanaman anti nyamuk jenis ini sering digunakan sebagai bahan baku lotion anti nyamuk. Tanaman yang berbentuk seperti semak atau pohon kecil ini, bunganya yang berwarna ungu dan indah ini mengeluarkan aroma yang sangat harum, inilah yang tidak disukai serangga. Bunga lavender ini juga bisa digosokkan ke tubuh untuk menghindari gigitan nyamuk. Lavender yang bisa ditanam dalam pot ini bisa ditaruh dalam ruang tamu untuk menambah kenyamanan ketika berbincang-bincang di situ, sekaligus untuk menghalau nyamuk dan serangga.

Aroma terapi dengan lavender dilakukan dengan mengambil wadah atau cawan, lalu diisi air panas. Tambahkan minyak lavender 4-5 tetes, lalu biarkan menguap sehingga aromanya menyebar ke seluruh ruangan.

4. Suren



Tumbuhan ini memiliki daun dan kulit kayu yang beraroma tajam yang dapat dimanfaatkan untuk mengusir serangga. Pohonnya berukuran cukup besar, bisa mencapai tinggi 20 meter. Biasanya secara tradisional para petani menggunakan suren untuk menghalau hama serangga tanaman

5. Serai Wangi


Tanaman serai wangi (Cymbopogon nardus) tumbuh berumpun dengan tinggi sekitar 50-100 cm. Daun tunggal berjumbai, panjang sampai 1 meter, lebar 1.5 cm, bagian bawahnya agak kasar, tulang daun sejajar. Batang tidak berkayu, berusuk-rusuk pendek, dan berwarna putih. Akarnya serabut.
cara memperbanyak dilakukan dengan pemisahan stek anakan. Stek diperoleh dengan cara memecah rumpun yang berukuran besar namun tidak beruas. Potong sebagian daun stek atau kurangi hingga 3-5 cm dari pelepah daun. Sebagian akar juga dikurangi dan ditinggalkan sekitar 2.5 cm di bawah leher akar. Setelah itu, ditanam di halaman rumah. Aromanya yang sangat wangi akan menyebabkan nyamuk menyingkir

6. Selasih


Aroma yang dikeluarkan daun selasih ini cukup tajam, bila terlalu lama diletakkan dalam sebuah ruangan, akan menghasilkan bau yang cukup pekat sehingga serangga, termasuk nyamuk enggan mendekat. Bijih selasih biasa dicampurkan dalam minuman karena rasanya menyegarkan diyakini berkhasiat meredakan panas dalam.

Source : pranaindonesia
Lavender2 pic from gardenguide



Baca Selengkapnya.... »»
Bookmark and Share

Teratai, Tanaman Hias lagi Menyehatkan

Diposting oleh emirgarden | Jumat, April 10, 2009 | , | 0 komentar »


Oleh : Dr Rochajat Harun Med

KabarIndonesia - Teratai kini banyak dijumpai di kota-kota besar baik yang ditanam di dalam pot, jambangan, maupun di kolam taman. Utamanya masyarakat elit di perkotaan menggunakan tanaman air teratai ini adalah sebagai tanaman hias guna menambah keindahan pekarangan rumah atau pertamanan. Di perdesaan pun teratai sudah lama banyak ditanam terutama di kolam-kolam yang berguna selain untuk hiasan kolam, juga untuk makanan ikan terutama ikan gurame.


Biasanya tanaman Teratai ditanam sebagai penghias kolam. Sosoknya yang cantik dapat memperindah taman di rumah-rumah mewah. Terlebih padasaat bunganya bermekaran, semakin menyemarakkan suasana. Tetapi, mungkin saja diantara kita belum tahu bahwa si cantik ini ternyata dapat diolah menjadi makanan lezat dan berkhasit bagi kesehatan guna menyembuhkan berbagai penyakit.

Pada jaman dulu, keagungan teratai selalu dikaitkan dengan upacara-upacara ritual. Pemeluk Hindu mem persembahkan teratai ungu atau biru lembayung kepada Dewa Wisnu, teratai merah kepada Brahma, dan teratai putih kepada Syiwa. Masyarakat Budha pun menganggap bunga ini sebagai lambang kesucian. Hal ini tercermin dalam berbagai lukisan dan patung yang menggambarkan Sang Budha duduk bersemedi di atas bunga teratai yang sedang mekar.

Sebagai tanaman hias, keindahan dan keanggunan teratai tak perlu diragukan lagi. Tanaman ini bisa berbu nga beberapa kali dalam setahun, sehingga boleh dibi lang masa pembungaannya tidak mengenal musim. Pada saat mekar, diameter bunga mencapai 25 cm.

Tanaman teratai ada 2 jenis yaitu lotus (Nymphaea pube scens Willd) dan Seroja (Nelumbium nelumbo Gaernth). Banyak orang mengira bahwa kedua tanaman ini sama, karena bentuk bunga yang memang serupa dan sulit dibedakan. Tetapi sebenarnya ada ciri-ciri tertentu untuk membedakan dan mengenali kedua tanaman ini.

Jenis yang pertama, lotus, mempunyai ciri utama batang atau rimpangnya tumbuh tegak dalam air, buahnya pun masak dalam air. Daunnya yang bundar lonjong melipat dan bergerigi pada tepinya serta mengapung di permukaan air. Bunga lotus mekar pada malam hari dan pada umumnya berwarna putih. Akan tetapi, banyak pula dijumpai bunga yang berwarna merah atau merah jambu. Ada satu jenis lotus yang berwarna ungu atau biru lembayung, yang dikenal dengan Nymphaea ca pensis Thunb. Jenis ini mekar pada siang hari. Di Inggris, tanaman air jenis ini dikenal dengan water lotus.

Berbeda dengan lotus, seroja yang dikenal sebagai water lily oleh orang Inggris, mempunyai daun bundar yang disangga oleh tangkai yang sangat panjang. Daun nya menyembul ke atas permukaan air bagai payung yang terbuka dan menjulang tegak seperti daun keladi. Bunga seroja umumnya berwarna merah jambu, jarang yang berwarna putih. Perbedaan lain, buah seroja masak di permukaan air.

Potensi tanaman teratai sebagai sayur dan obat sudah dikenal masyarakat Cina sejak ratusan tahun yang silam. Seluruh bagian tanaman , mulai dari akar, umbi, batang, daun, bunga, buah, dan biji, dapat diolah menjadi sayuran dan berkhasiat mengobati penyakit penyakit tertentu.

Daun teratai banyak mengandung vitamin C dan sering dipakai untuk membungkus makanan yang ditim, seperti nasi tim dan tim ayam, untuk menimbulkan aroma khas teratai. Di samping itu, daun teratai yang telah dibakar dapat digunakan untuk mengobati luka memar dan bisul.

Umbi teratai yang menyerupai ubi jalar tetapi ber lubang-lubang ini banyak mengandung protein, vita min C, B1, B2, dan asam dasar NH3, yang dapat menghangatkan tubuh serta menghilangkan memar.

Sebagai makanan, biji teratai ternyata mengandung protein tinggi, vitamin C, dan senyawa kimia ragi. Oleh karena itulah teratai dipercaya dapat mengembalikan kekuatan tubuh dan memperlancar peredaran darah. Saat ini, di pasar swalayan banyak tersedia umbi kering dan biji teratai yang siap diolah sebagai bahan sup dan makanan ringan (snack).

Akar rimpang teratai yang mengandung air, lodoh, dan berasa manis, dapat dimakan setelah direbus atau dipendam dalam abu. Tunas-tunas akar muda, yang banyak mengandung zat pati, dapat diolah menjadi sayuran lezat dan berkhasiat menyembuhkan diare. Sedangkan akar yang agak tua, liat, dan berserabut, air rebusannya bermanfaat untuk melancarkan air seni.

Ternyata bukan hanya orang Cina saja yang menge tahui khasiat tanaman air ini. Penduduk suku Makasar pun sudah lama memanfaatkan teratai sebagai obat bermacam-macam penyakit. Daun mudanya yang masih menggulung dimakan sebagai lalaban mentah, atau dimasak terlebih dahulu. Tangkai daun yang masih muda dapat disayur, sedangkan daun tua yang besar dan berbentuk corong digunakan sebagai pembungkus.

Di samping itu, lendir dari irisan tangkai daun dan bunga teratai ini mereka gunakan untuk mengobati mencret dan muntah-muntah yang disertai kejang. Penduduk juga menggunakan air seduhan daun seroja untuk mengobati kuda peliharaan mereka yang sukar mengeluarkan air kencing.

Khasiat lain dari tum buhan ini adalah buah teratai, yang mirip buah karang dan berwarna hijau kekuningan berasa sepat. Hal ini baik sekali sebagai obat datang bulan yang tidak teratur.

Tumbuhan teratai mempunyai biji sebesar butiran kacang tanah. Biji-biji itu tersembunyi di dalam iubang lubang buah yang menyerupai sarang lebah dan diseli muti kulit yang rasanya sepat. Biji teratai yang tua dan kering dimasak atau disangraisampai kulitnya pecah. Lalu kita dapat menikmatinya seperti laiknya kacang goreng.

Berbeda dengan di Cina, Filipina, dan India. Bangsa Cina membuat bubur dari biji teratai yang telah dikupas dan masih segar, kemudian dicampur dengan gula batu. Bubur ini baik sekali untuk penderita yang baru sembuh dari berak darah, karena bersifat mendinginkan. Di Filipina, biji teratai yang tua dijadikan makanan pula. Bahkan di India, biji yang sudah menjadi tepung itu dibuat roti.

Meskipun demikian, sebaiknya kita agak berhati hati terhadap lembaga yang terdapat dalam biji teratai sebab mengandung alkoid nelumbine. Jika alkoid ini sampai masuk ke peredaran darah manusia, maka akan menyebabkan kelumpuhan pada sumsum tulang pung gung dan jantung. Oleh karena itu, sebelum biji teratai diolah, sebaiknya bagian lembaga dibuang terlebih dahulu.

Si cantik multiguna ini tidaklah sulit dipelihara, asalkan kita tahu kesukaannya. Teratai menyukai tempat yang bersuhu 20-30 derajat Celcius, cukup air dan sinar matahari, namun tidak banyak angin. Sebagai tanaman hias di kolam, sebaiknya teratai ditanam di kolam yang berair tenang dan tidak mengalir.

Perbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan me nanam biji, umbi, atau dengan memisahkan anaknya menjadi satu individu baru. Jika penanaman dimaksud kan untuk memanen hasilnya sebagai sayuran dan bahan obat, sebaiknya bibit biji dan umbi tersebut lang sung ditanam di dasar kolam atau disemaikan terlebih dulu.

Sebelum penana man dimulai, persiapkan lahan atau kolam yang akan digunakan. Bersih kan lahan dari rumput dan kotoran, kemudian dipupuk dengan kotoran ayam, kapur dan kalium. Setelah itu bibit dapat langsung ditanam dan kolam diairi. Agar tanaman hias ini tetap cantik, lakukan pemupukan rutin setiap 15 hari dengan pupukSulfur Radon Hidrogen (SRnH2) dan kalium.

Untuk menghindari pengerutan daun, keropos, bintil kulit daun, dan hama penyakit lain, sebaiknya tanaman disemprot dengan pestisida sistematik.

Teratai sangat potensial untuk dikembangkan sebagai sayuran yang berkhasiat. Agaknya masakan yang dibuat dari tanaman ini, baik sebagai bahan pokok maupun penunjang, sangat disukai dan sesuai dengan lidah masyarakat kita. Terbukti, restoran khusus masakan teratai yang terletak di kawasan Puncak Bogor, tidak pemah sepi pengunjung. Kita dapat memilih aneka masakan teratai, seperti ikan kakap teratai, kang kung hoplate biji teratai, tumis akar teratai, sup teratai, sup akar teratai, dan sup asam pedas teratai. Di restoran ini juga tersedia es dan sekoteng biji teratai, bahkan jus bunga teratai.

Di daerah pedesaan, teratai banyak tumbuh liar di kolam atau rawa. Bila masyarakat di sekitarya mau memberikan sedikit perhatian pada tanaman ini, tentu dapat menambah pendapatan mereka. Mereka dapat membudidayakan tanaman tersebut secara lebih intensif agar memperoleh mutu yang baik. Selanjutnya, petani petani itu dapat menjadi pemasok teratai ke retoran restoran, atau mengembangkan usaha serupa yang dike¬lola sendiri

kabarindonesia
pic from fotokita

Baca Selengkapnya.... »»
Bookmark and Share

Kembang Kertas dan Khasiat Obat

Diposting oleh emirgarden | Kamis, Februari 12, 2009 | , | 0 komentar »


Uraian :
Kembang kertas merupakan tanaman asli Meksiko, dan dapat ditemukan sampai ketinggian 1.400 m dpl. Tanaman ini menyukai tempat-tempat terbuka yang terkena cahaya matahari, biasa ditanam secara bergerombol di taman-taman atau di pekarangan sebagai tanaman hias atau bunganya digunakan sebagai bunga potong. Terna menahun yang tumbuh tegak dan berambut kasar ini tingginya sekitar 30-50 cm, daunnya berwarna hijau, letaknya berhadapan. Helaian daun bentuknya memanjang, ujung runcing, pangkal memeluk batang, tepi rata, tulang daun melengkung. Bentuk bunganya seperti bunga Aster, dengan warna yang beraneka ragam seperti merah tua, merah muda, kuning atau biru keunguan yang keluar dari ujung batang. Perbanyakan dengan biji.

Nama Lokal :

Kembang Kertas, Kembang ratna; Bai fi ju (China).

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Disentri, Kencing nanah, Bisul, Sakit pada puting susu;

Komposisi / Sifat Kimiawi and Efek Farmakologis :

Tawar, sejuk

Bagian Yang Dipakai :

Seluruh tumbuhan

Kegunaan :

- Disentri.
- Kencing nanah
- Bisul (furunculosis)
- Sakit pada puting susu (papilla mammae)

Cara Pemakaian :
Untuk minum: 10 - 30 gram, direbus.

Pemakaian Luar:

Secukupnya digiling halus dibubuhkan kebagian yang sakit

iptek-net


Baca Selengkapnya.... »»
Bookmark and Share

Bunga Matahari dan Khasiat Obat

Diposting oleh emirgarden | Selasa, Februari 03, 2009 | , | 0 komentar »


Uraian :

Herba anual (umumya pendek, kurang dari setahun), tegak, berbulu, tinggi 1 - 3 m, Ditanam pada halaman dan taman-taman yang cukup mendapat sinar matahari, sebagai tanaman hias. Termasuk tanaman berbatang basah, daun tunggal berbentuk jantung, bunga besar/bunga cawan, dengan mahkota berbentuk pita disepanjang tepi cawan, berwarna kuning, dan di tengahnya terdapat bunga-bunga yang kecil berbentuk tabung, warnanya coklat.

Nama Lokal :

Bungngong matahuroi, bungka matahari, purbanegara; Bunga panca matoari, bunga teleng matoari, Sungeng; kembang sarengenge, kembhang mataare, bungga ledomata; kembang sangenge, kembhang tampong are; Xiang ri kui (China).;

Komposisi / Sifat Kimiawi dan efek farmakologis :

Rasa lembut, netral. Bunga: Menurunkan tekanan darah, mengurangi rasa nyeri (analgetik). Biji : Anti dysentery, merangsang pengeluaran cairan tubuh (hormon, enzym, dll.), merangsang pengeluaran campak (measles). Daun: Anti radang, mengurangi rasa nyeri, anti malaria. Akar: Anti radang, peluruh air seni, pereda batuk, menghilangkan nyeri. Sumsum dari batang dan dasar bunga: Merangsang energi vital, menenangkan liver, merangsang pengeluaran air kemih, menghilangkan rasa nyeri pada waktu buang air kemih. KANDUNGAN KIMIA: Bunga : Quercimeritrin, helianthoside A,B,C , oleanolic acid, echinocystic acid. Biji : Beta-sitosterol, prostaglandin E, chlorogenic acid, quinic acid, phytin, 3,4-benzopyrene. Dalam 100 g minyak biji bunga matahari: Lemak total: 100, lemak jenuh: 9,8: lemak tidak jenuh: Oleat 11.7 dan linoleat 72.9, cholesterol.

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Hipertensi, Sakit kepala, Sakit gigi, nyeri menstruasi, reumatik; Nyeri lambung, radang payudara, Sulit melahirkan, Disentri, Campak; Infeksi saluran kencing, Bronkhitis, Batuk, Keputihan, Malaria;

Bagian Yang Dipakai:

Seluruh tanaman. Untuk penyimpanan: dikeringkan.

Kegunaan :

Bunga: Tekanan darah tinggi, mengurangi rasa nyeri pada sakit kepala,
pusing, sakit gigi, nyeri menstruasi (dysmenorrhoe), nyeri
lambung (gastric pain), radang payudara (mastitis), rheumatik
(arthritis), sulit melahirkan.
Biji: Tidak nafsu makan, lesu, disenteri berdarah, merangsang
pengeluaran rash (kemerahan) pada campak, sakit kepala.
Akar: Infeksi saluran kencing, radang saluran nafas (bronchitis), batuk
rejan (pertussis), keputihan (leucorrhoe).
Daun: Malaria.

Sumsum dari batang dan dasar bunga (reseptaculum):
Kanker lambung, kanker esophagus dan malignant mole. Juga untuk
nyeri lambung, buang air kemih sukar dan nyeri (dysuria), nyeri buang
air kemih pada batu saluran kencing, air kemih berdarah (hematuria)
dan ari kemih berlemak (chyluria).

Pemakaian:

Bunga: 30 - 90 gr.
Dasar bunga (Receptaculum): 30 - 90 gr.
Sumsum dari batang: 15 - 30 gr. rebus.
Akar : 15 - 30 gr.

Pemakaian Luar : Terbakar, tersiram air panas, rheumatik.

Cara Pemakaian :

Bunga (Flower head) :
1. Sakit kepala:
25 - 30 gr bunga + 1 butir telur ayam (Tidak dipecahkan) + 3 gelas
air, direbus menjadi 1/2 gelas. Diminum sesudah makan, 2 x sehari.

2. Radang payudara (Mastitis):
Kepala bunga (tanpa biji), dipotong halus-halus, kemudian dijemur.
Setelah kering digongseng/sangrai sampai hangus, kemudian
digiling menjadi serbuk/tepung. Setiap kali minum 10-15 gr,
dicampur arak putih + gula + air hangat. 3 kali sehari, minum
pertama kali harus keluar keringat. (Tidur pakai selimut).

3. Rheumatik:
Kepala bunga digodok sampai menjadi kanji, ditempelkan ke tempat
yang sakit.

4. Disentri :
30 gr biji diseduh, kemudian ditim selama 1 jam. Setelah diangkat,
ditambahkan gula batu secukupnya, minum.

Akar :
1. Kesulitan buang air besar dan kecil:
15 - 30 gr akan segar direbus, minum.

2. Infeksi saluran kencing:
30 gr akar segar direbus. (jangan lama-lama, sewaktu baru mendidih,
diangkat), minum.

Catatan : Sumsum dari batang dan dasar bunga berisi hemicellulose, yang menghambat sarcoma 180 dan ehrlich ascitic carcinoma pada tikus. Ekstrak dari sumsum dapat menghancurkan nitrosamine dan dapat untuk pencegahan dan pengobatan tumor saluran cerna (Tractus digestivus).

PERHATIAN : Wanita hamil dilarang minum rebusan bunga !


iptek-net

Baca Selengkapnya.... »»
Bookmark and Share

Bungur, Dan Khasiat Obat

Diposting oleh emirgarden | Jumat, Januari 30, 2009 | , | 0 komentar »


Bungur dapat ditemukan di hutan jati, baik di tanah gersang maupun di tanah subur hutan heterogen berbatang tinggi. Kadang-kadang, bungur ditanam sebagai pohon hias atau pohon pelindung di tepi jalan. Di Jawa, bungur dapat tumbuh sampai ketinggian 800 m dpl. Selain itu, bungur banyak ditemukan pada ketinggian di bawah 300 m. Pohon, tinggi 10-30 m. Batang bulat, percabangan mulai dari bagian pangkalnya, berwarna cokelat muda. Daun tunggal, bertangkai pendek. Helaian daun berbentuk oval, elips, atau memanjang, tebal seperti kulit, panjang 9-28 cm, lebar4-12 cm, berwarna hijau tua. Bunga majemuk berwarna ungu, tersusun dalam malai yang panjangnya 10-50 cm, keluar dari ketiak daun atau ujung ranting. Buahnya buah kotak, berbentuk bola sampai bulat memanjang,panjang 2-3,5 cm, beruang 3-7, buah yang masih muda berwarna hijau, setelah masak menjadi cokelat. Ukuran biji cukup besar, pipih, ujung bersayap berbentuk pisau, berwarna cokelat kehitaman. . Bungur dapat diperbanyak dengan biji.

NAMA LOKAL :
Sumatera: bungur (Melayu), bungur kuwal, bungur bener (Lampung), bungur tekuyung (Palembang). Jawa: bungur (Sunda), ketangi, laban, wungu (Jawa Tengah), bhungor, wungur (Madura). NAMA SIMPLISIA Lagerstroemiae speciosae Semen (biji bungur), Lagerstroemiae speciosae Cortex (kulit kayu bungur), Lagerstroemiae speciosae Folium (daun bungur).

BAGIAN YANG DIGUNAKAN
Bagian yang digunakan adalah biji, daun, dan kulit kayu.

Komposisi :
Daun mengandung saponin, flavonoida, dan tanin.

INDIKASI
Biji bungur digunakan untuk pengobatan : tekanan darah tinggi.
Kulit kayu digunakan untuk pengobatan :diare, disentri, dan kencing darah.
Daun digunakan untuk pengobatan : kencing batu, kencing manis, dan • tekanan darah tinggi.

CARA PEMAKAIAN
Untuk obat yang diminum, rebus kulit kayu sebesar dua jari, lalu air rebusannya diminum.
Untuk pemakaian luar, dapat digunakan biji untuk mengobati eksim.

CONTOH PEMAKAIAN DI MASYARAKAT

Eksim
Gongseng 5 g biji yang telah masak, lalu tumbuk sampai menjadi serbuk halus. Ke dalam serbuk tersebut, tambahkan 1/2 sendok teh minyak kelapa, lalu aduk sampai rata. Untuk pengobatan, oleskan ramuan tersebut pada bagian kulit yang terkena eksim.

Diare
Cuci kulit kayu sebesar 2 jari sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan 1/2 cangkir air masak, lalu aduk sampai rata. Selanjutnya, saring dan air saringannya diminum sekaligus.

Kencing manis
Cuci 8 lembar daun bungur segar sampai bersih, lalu rebus dalam tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin saring, lalu minum sekaligus pada pagi hari.

ipteknet

Baca Selengkapnya.... »»
Bookmark and Share

Kacapiring, Si Pengharum Ruangan

Diposting oleh emirgarden | Jumat, Januari 16, 2009 | , | 0 komentar »


Tanaman ini dikenal karena keharumannya. Namun, selain indah dan harum, tanaman ini juga bisa digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Bagaimana cara menanamnya?

Mungkin Anda punya koleksi tanaman hias yang cukup lengkap di kebun Anda. Namun, tak semua “berhenti”, lalu membayangkan: Bagaimana caranya dari halaman rumah ini bukan hanya tampil asri tetapi sekaligus bisa memancarkan semerbak wangi?Nah, kenapa Anda tak mencoba menanam kaca piring saja? Pasalnya, tanaman ini memiliki senyawa kandungan zat “minyak terbang.” Dan dalam minyak terbang itu antara lain terkandung unsur linalol dan styrolyl. Nah, unsur-unsur itulah yang mampu memancarkan aroma wangi. Maka jadilah, seputar halaman rumah beraroma wangi.

TEMPAT TERBUKA

Tanaman kaca piring (Gardenia augusta) diperkirakan berasal dari Cina atau Jepang, namun sudah lama tumbuh di Indonesia dan sudah ditanam di berbagai tempat. Misalnya, selain di halaman rumah, juga di halaman kantor, di taman-taman rekreasi, atau dipinggir-pinggir jalan sebagai tanaman hias. Kadang-kadang tumbuh secara liar di antara semak-semak dan tegalan.
Tanaman ini termasuk familia Rubiaceae dan mempunyai beberapa nama asing maupun nama daerah, antara lain:

- Belanda: Kaapse Jasmijn
- Inggris: Cape Jasmine
- Sansekerta: Gandharaj
- Sumatera: Menlu Bruek, Raja Putih, Sang Klapa
- Nusa Tengara: Jempiring
- Jawa: Peciring, Cepiring, Ceplok Piring

Kaca piring termasuk tanaman perdu tegak, tingginya sekitar 0,5 - 1,5 meter. Berbunga putih cerah, tunggal, tangkai pendek, dan berbau wangi. Tabung kelopak bunga kecil, pendek, dan berusuk. Mahkota bunga menyerupai terompet, leher bunga berambut, panjang daun mahkota bunga 6 - 9 cm.

Pohon ini berdaun tunggal, duduk daun berhadapan atau berkarang tiga-tiga, serta bertangkai pendek. Helaian daun berbentuk lonjong-bulat telur, bulat telur terbalik atau lanset memanjang. Pangkal daun runcing, berujung runcing, permukaan bagian atas berwarna hijau tua, dan dilapisi oleh “hars” yang mengkilat.

Tanaman ini dapat tumbuh subur di tempat-tempat terbuka dan terkena sinar matahari langsung. Juga cocok ditanam di daerah yang tingginya sekitar 400 - 600 meter di atas permukaan laut. Seandainya ditanam di tempat yang agak terlindung, kendati masih bisa hidup dan berbunga, namun hasilnya tidak sebaik di lokasi yang terbuka

SAMBUNG PUCUK

Perbanyakan kaca piring lazimnya dilakukan dengan stek batang dan pencangkokan. Tapi, tidak tertutup kemungkinan perbanyakan tanaman dilakukan dengan cara sambung pucuk. Apa maksudnya?

Akhir-akhir ini para pecinta tanaman hias rela mengeluarkan uang untuk mengimpor beberapa jenis kaca piring hibrida dari Belanda. Ada yang memiliki bunga lebih besar dan lebih putih cerah. Ada pula yang tingkat kewangiannya mencolok, dan sebagainya. Nah, dengan cara sambung pucuk ini, dimaksudkan agar dalam satu pohon mempunyai beberapa jenis kaca piring. Dengan demikian, wanginya bisa bertambah dan nilai estetikanya makin cantik.

Tata cara melakukan sambung pucuk tanaman kaca piring sebagai berikut:
- Pilih cabang sehat, lurus, dan berdiameter 1 - 1,5 cm.
- Potong cabang tersebut, lalu belah ujungnya pada bagian tengah sedalam 1,5 cm sehingga membentuk celah.
- Potong sepanjang 15 cm, dan tajamkan kedua sisinya.
- Tancapkan pucuk tersebut pada celah batang bawah, hingga kedua sisi kulitnya bersinggungan.
- Ikat menggunakan tali plastik, lalu pucuk entres ditutup plastik bening selama 4 - 7 hari
- Silakan diamati: bila batang pucuk tampak hijau berarti ada tanda-tanda kehidupan, tapi bila pucuknya mengering berarti gagal.
- Plastik tutup dilepas, setelah ada tanda-tanad entres tumbuh.

PENANANAMAN DAN PEMELIHARAAN

Tanah halaman rumah diolah dan diberi pupuk kandang. Kemudian, buat lubang sedalam 30cm, dengan jarak antar-lubang 50 cm. Setelah itu, bibit yang telah siap pun bisa ditanam. Di tahap ini jangan lakukan penyiraman. Sebaiknya lakukan pemupukan, yakni berupa pupuk NPK sebanyak 1 sendok teh per tanaman. Lakukan setiap 2 - 3 bulan sekali. Jika perlu, tambah dengan pupuk daun, misalnya Gandasil B dengan konsentrasi 2 gram per liter air.

Yang menjengkelkan, adanya serangan hama thrips. Dia menghisap cairan dari permukaan daun, hingga muncul bercak putih. Bercak itu akan berubah menjadi cokelat, lalu daun mati dan gugur. Tindak pengendaliannya bisa disemprot dengan insektisida, misalnya Thiodan 2 cc/liter air, atau Decis 0,5 cc/liter air.

KHASIAT DAUN

Siapa sangka dari kaca piring, terutama daun-daunnya, bisa dipakai untuk pengobatan? Mau bukti, silakan coba:

- Diabetes

Ambil saja 12 lembar daun kaca piring, kemudian direbus dalam dua gelas air. Biarkan mendidih sampai tinggal setengahnya. Silakan diminum sekaligus, dan ulangi secara rutin setiap hari.

- Demam

Sediakan 7 lembar daun kaca piring dan satu potong gula batu. Daun itu diremas-remas dengan `segelas air, lalu saring. Tambahkan gula batu, diaduk-aduk sampai merata. Saringlah, kemudian minum hingga rasa demamnya amblas.

- Sariawan

Siapkan 7 lembar daun kaca piring, 2 sendok makan madu, dan 1 potong gula batu. Caranya, daun diremas-remas dan ditambah dengan 1 cangkir air, lalu disaring. Hasil saringan dicampur dengan madu dan gula batu, lalu diaduk sampai merata. Silakan diminum, dan dilakukan setiap 2 hari sekali.

fapertaumy
Pic from flickr

Baca Selengkapnya.... »»
Bookmark and Share

Khasiat Kesehatan Dalam Tanaman Hias

Diposting oleh emirgarden | Rabu, Desember 31, 2008 | | 0 komentar »

Di tengah meningkatnya biaya hidup, kesehatan benar-benar terasa mahal harganya. Obat-obat yang ada di pasaran maupun yang harus ditebus untuk me-nyembuhkan suatu penyakit harganya semakin meningkat. Wajar saja bila saat ini pengobatan lebih banyak dialihkan pada pengobatan alternatif. Salah satu diantaranya adalah dengan memanfaatkan sumber daya yang ada sebagai pengganti obat yang memiliki khasiat yang sama. Seringkali kita berfikiran bahwa tanaman obat itu susah dicari bahkan dari namanya saja bentuknya pun sulit kita kenali. Itu adalah pemikiran yang salah karena ternyata tanaman berkhasiat obat itu justru ada di dalam setiap tanaman. Bahkan dalam tanaman hias sekalipun. Sayangnya
informasi yang ada tentang manfaat tanaman sangat minim sehingga wajar bila pemanfaatan tanaman hias untuk pengobatan belum meluas. Berikut adalah beberapa contoh tanaman hias yang juga memiliki khasiat kesehatan.

Bunga Pagoda

Dari namanya sendiri kita sudah bisa membayang-kan bagaimana bentuk bunganya. Tanaman ini seringkali dijumpai di pekarangan/taman-taman, pinggir jalan raya daerah luar kota sebagai tanaman hias. Bunga pagoda yang memiliki nama latin Clerodendrum japonicum (Thumb). Sweet atau dikenal dengan tanaman Senggugu di Bali dan Pagoda Flower di Eropa merupakan tanaman perdu yang meranggas dengan tinggi bisa mencapai 1 – 3 meter. Batangnya penuh dengan rambut halus. Bunganya yang indah berwarna merah ini merupakan bunga majemuk yaitu kumpulan bunga kecil-kecil yang berkumpul menjadi bentuk piramid dimana semakin ke atas semakin runcing. Hanya sedikit saja yang mengetahui khasiat bunga pagoda ini, padahal mulai akar, batang sampai bunganya memiliki khasiat obat bagi penyakit tertentu.

Bagian akar misalnya, dengan sifat kimiawi dan efek farmakologis pahit dan dingin berkhasiat sebagai anti radang, peluruh kencing (diuretik), menghilangkan bengkak (anti sweeling) dan untuk pembekuan darah. Penyakit –penyakit seperti sakit pinggang (lumbago), ngilu pada rematik, TBC yang disertai batuk maupun batuk darah dan wasir dapat disembuhkan dengan akarnya. Pemakaiannya adalah akar sebanyak 30 – 90 gram digodok atau dijadikan bubuk diminum. Sedangkan untuk wasir berdarah dapat menggunakan akar atau bunganya sebanyak 60 gr yang dimasak dengan usus sapi sebagai tambahan hidangan makanan.

Daun pagoda yang berbentuk tunggal seperti jantung yang memiliki sifat kimiawi manis, asam, agak kelat dan netral berkhasiat sebagai anti radang dan untuk menghisap darah kotor (nanah). Untuk itu, bagian daun pagoda ini sangat cocok digunakan untuk obat luar seperti bisul, koreng maupun luka terpukul. Pemakaiannya cukup melumatkan beberapa daun segar yang kemudian dibubuhkan pada tempat yang sakit. Khusus untuk koreng atau bisul, daun segar pagoda dicuci bersih, dilumatkan dan ditambahkan sedikit madu untuk kemudian dibubuhkan pada tempat yang sakit.

Bagian bunga berkhasiat untuk obat luar maupun dalam. Bunga pagoda itu sendiri memiliki khasiat untuk penambah darah, keputihan, wasir dan susah tidur.

Jangger Ayam

Seperti halnya tanaman hias lain, jengger ayam pun disukai karena memiliki bentuk bunga yang indah dan beraneka ragam. Jengger ayam seringkali ditanam sebagai tanaman hias outdoor penambah artistik taman. Tanaman yang bernama latin Celosia cristata L. ini merupakan tanaman semusim, tumbuh tegak dengan tinggi 60 – 90 cm. Yang menarik dari tanaman ini adalah bunganya berbentuk bulir, tebal mendaging dimana bagian atas melebar dan menggumpal seperti jengger ayam jago, berlipat-lipat. Warna bunganya bervariasi ada yang merah, kuning, orange, ungu dan lain-lain.

Tanaman ini mengandung minyak lemak, kemfreritfrin, amaranthin dan pinitol sehingga menyebabkan efek fakmakologis rasa manis dan sejuk. Dengan sifat kimia tersebut , jengger ayam berkhasiat sebagai anti radang, untuk menghentikan pendarahan maupun keputihan dan menerangkan penglihatan.

Kegunaan jengger ayam yaitu untuk mengobati mimisan, batuk darah, muntah darah serta pendarahan di luar rahim waktu haid. Cara pemakaian jengger ayam untuk wasir, batuk darah dan muntah darah adalah : mencampur 15 gram bunga jengger ayam, rubia cordiafolia dan urang aring kemudian digodok dan airnya diminum. Sedangkan untuk mengobati pendarahan rahim di luar waktu haid cukup dengan menyeduh 6 gr bunga jengger ayam yang ditambahkan 15 gr arak kemudian diminum sebelum makan nasi.

Bunga Melati

Tak ada yang dipungkiri bahwa tanaman hias ini memang memiliki berbagai faedah. Tidak hanya sebagai tanaman hias saja melainkan harum semerbak yang dikeluarkan oleh bunganya telah menjadi bahan untuk membuat parfum. Namun Selain berfungsi sebagai tanaman hias dan industri, tenaman kembang melati ini juga memiliki khasiat untuk kesehatan.

Melati (Jasminum sambac (L) Ait. Ini memiliki nama daerah yang beragam seperti meulu cina, merul, menur, bunga manuru (Sumatra). Malati, mlati, malate (jawa), Menuh, mendu, manjora (Nusatenggara), Bunga mo puti, bunga didi, manjuru, manduru (Sulawesi) dan lain sebagainya ini merupakan tanaman jenis perdu yang menggangttung dengan ketinggian bisa mencapai 0.3 – 3 m. Tanaman ini banyak lebih banyak dimanfaatkan bunganya baik sebagai riasan pengantin, maupun untuk bahan industri parfum. Bunga melati memiliki bentuk mahkota berwarna putih seperti payung menggarpu yang keluar dari ujung tangkai atau ketiak daunnya.

Tanaman bunga melati ini mengandung bahan kimia sepeti asam format, asam asetat, asam benzoat, asam salicylat, benzyl linalool dan lain-lain yang membuat bunga dan daunnya memiliki efek farmakologis rasa pedas, manis dan sejuk. Sedangkan pada akarnya mengandung rasa pedas, manis netral dan agak beracun. Secara umum tanaman melati berkhasiat untuk beberapa penyakit diantaranya : bunga dan daun untuk radang mata merah, menghentikan produksi ASI yang berlebihan dan sesak nafas. Sedangkan bagian akar dapat digunakan untuk penyakit Insomnia,bengkak akibat gigitan binatang.

Pemakaian tanaman melati sebagai obat dapat digunakan sebagai obat luar maupun obat dalam. Cara pemakaian tanama melati untuk pengobatan : susah tidur (insomnia) dengan mencuci bersih 1 – 1,5 gram akar melati, digiling kemudian ditambahkan air matang secukupnya , disaring dan diminum. Pada mata yang mengalami peradangan menggunakan 6 gram bunga melati yang dicuci bersih lalu digodok. Sebagian airnya digunakan untuk diminum dan sebagian lagi untuk cuci mata. Untuk menghentikan produksi ASI yang berlebihan bunga daun daun melati dimemarkan, kemudian ditempelkan pada payudara diganti beberapa kali sehari. Untuk sesak nafas dapat menggunakan 3 gram bunga melati yang diuci bersih lalu digodok dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Sehari diminum 2 x ½ gelas.

dechacare

Baca Selengkapnya.... »»
Bookmark and Share

Kastuba, Juga Berkhasiat Obati Luka

Diposting oleh emirgarden | Rabu, Desember 24, 2008 | , | 0 komentar »


Jika Anda hobi jalan jalan di pusat perbelanjaan atau tempat umum lainnya, tentu kemeriahan Natal dan Tahun Baru sangat terasa. Jika Anda cermat, di sela-sela barang yang dipajang, terlihat pot-pot kecil berisi bunga dengan aneka warna yang indah.

Ya, selain cemara, kastuba atau poinsettia mulai dilirik orang untuk menemani kemeriahan di ujung tahun.

Warna-warnanya yang indah memang menjadikan kastuba menarik untuk dipajang sebagai hiasan. Keindahannya juga memberikan suasana kesegaran di dalam maupun luar ruangan.

Saat ini, banyak orang mencari

bunga kastuba. Ada yang sengaja memajangnya di saat-saat Natal. Tak sedikit orang yang menamakan kastuba sebagai Christmas Flower.

Dalam bahasa Nasuti, kastuba yang punya daun merah cantik ini disebutCuitlaxochiti atau bunga bintang, sementara khasanah bahasa Spanyol menyebutnyaNoche Buena atau Malam Natal.

Selain menarik, apakah bunga ini berkhasiat? Tahyadi, seorang penjual tanaman hias dan penggemar tanaman obat, mengatakan bahwa daun kastuba sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk mengobati luka luar atau menekan risiko infeksi pada luka baru.

"Cukup ambil beberapa lembar daunnya. Setelah dicuci bersih, lalu ditumbuk dan ditempelkan di luka. Dibandingkan dengan obat antiseptik, kastuba tidak kalah berkhasiat. Sayang, sekarang ini penggunaan kastuba untuk obat relatif jarang karena lebih pas jadi tanaman hias," sebutnya.

Dari Meksiko

Apa yang diungkapkan pemilik toko tanaman hias di kawasan Cinere ini memang ada benarnya. Menurut sejarah, tanaman ini dipercaya berasal dari Meksiko. Di sana masyarakat Meksiko pra-Hispanik (sebelum masa penjajahan Spanyol) menggunakan kastuba sebagai obat, terutama untuk mengobati infeksi kulit. Lumatan daun kastuba dioleskan pada bagian kulit yang kena infeksi. Tak hanya itu, di sana juga ada semacam keyakinan, daun kastuba yang diletakkan di atas dada akan merangsang aliran darah ke jantung.

Daun kastuba mengandung saponin, sulfur, lemak, amylodextrin, pati, dan asam formlat. Daunnya dapat digunakan sebagai tonikum dan untuk mengobati luka. Batangnya yang mengeluarkan getah dipakai untuk menyembuhkan luka baru. Selain itu, kastuba juga dapat digunakan sebagai obat disentri, penyakit paru-paru (TBC), melancarkan haid, dan memperbanyak air susu ibu (ASI).

Di Indonesia, memang masih sebatas pengakuan secara empiris, belum ada penelitian resmi yang mengungkapkan kandungan dan khasiat kastuba. Di beberapa daerah, kastuba memang lebih sering dikembangkan sebagai tanaman hias karena memiliki nilai ekonomis tinggi daripada sebagai tanaman obat.

Alasan itu cukup kuat karena satu pot kecil kastuba harganya berkisar 20-40 ribu rupiah. Tentu menarik, apalagi permintaan kastuba semakin meningkat saat Natal dan Tahun Baru tiba. Menurut beberapa penjual bunga di kawasan Senayan, kini banyak orang mulai memilih kastuba sebagai pengganti maupun pelengkap hiasan cemara di rumah karena lebih murah.

Mengenang Poinsett

Uniknya, kastuba lebih sering disebut dengan poinsettia, meski tanaman ini termasuk salah satu familia Euphorbiaceae, sehingga seharusnya nama botaninyaEuphorbia puicherima.

Lalu, mengapa diberi nama poinsettia? Konon, tersebutlah nama Joel Poinsett,orang kepercayaan presiden Amerika Serikat, Andrew Jackson. Suatu ketika Joel ditunjuk menjadi duta besar AS di Meksiko. Selain sebagai diplomat, Joel juga ahli botani yang punya hobi berjalan-jalan. Pada suatu hari, Joel tertegun memandangi sesosok tanaman yang menurutnya unik. Ia lalu memotong batang tumbuhan unik tersebut dan menanamnya di rumah.

Setelah tumbuh, ternyata penampilan tanaman itu semakin menarik perhatian. Banyak kerabat dan tetangga yang juga ingin menanamnya di rumah masing-masing. Akhirnya, popularitas tanaman unik tersebut sampai juga ke AS.

William Prescott, sejarawan dan ahli hortikultura AS, mengusulkan tanamanEuphorbia puicherrima itu diberi nama poinsettia untuk mengenang kebesaran nama Joel Poinsett. Bahkan, setiap tanggal 12 Desember, hari kematian Joel, ditetapkan sebagai National Poinsettia Day.

Bagaimana, tertarik menjadikan kastuba sebagai penghias di ujung tahun atau mencobanya sebagai penawar luka? Semua terserah Anda.

Daya Tarik Poinsettia

Mengapa orang rela mengganti cemara dengan poinsettia atau kastuba? Salah satu yang menonjol dan khas adalah karakteristik branchtea yang dimiliki kastuba.Branchtea artinya daun yang mengalami perubahan bentuk dan warna menyerupai bunga. Bila masih muda, daun kastuba berwarna merah menyala, kemudian menjadi hijau gelap setelah memasuki masa tua.

Berkat kemajuan teknologi, aneka warna kastuba juga bisa direkayasa seperti merah muda, pink kemerahan, pink keunguan, putih polos, dan putih kuning kehijauan. Tak heran, para pencinta tanaman hias di Jakarta sibuk berburu aneka kastuba sampai ke Amerika!

Poinsettia termasuk tamanan yang bandel, mudah beradaptasi, dan akrab dengan lingkungan, bahkan bisa tumbuh di dalam ruangan. Ia bisa tumbuh segar di dataran rendah dan dataran berketinggian sampai 1.400 meter di atas permukaan laut. Namun, berdasar pengalaman, tumbuhan ini lebih pas ditanam di ketinggian 700 meter.

Kastuba sebaiknya tidak ditanam di tempat terbuka atau di halaman, melainkan di pot-pot kecil. Meski termasuk tanaman kerdil, ia tetap mampu memancarkan keindahan warna daun mudanya.

Sebagai obat luka, daun kastuba cukup dicuci bersih dan ditumbuk atau dilumatkan. Dapat juga direbus dengan air panas, setelah sebelumnya dibersihkan sebagai tonikum.

Jangan khawatir, meski belum ada uji toksisitas, sejauh ini belum ada kasus keracunan karena ramuan maupun minum rebusari daun ini.

daftaherba
Pic from webstockpro

Baca Selengkapnya.... »»
Bookmark and Share

Kemuning, Tiruan Melati Yang Tak Sekedar Wangi

Diposting oleh emirgarden | Selasa, Desember 23, 2008 | , | 0 komentar »


Tiupan angin sepoi-sepoi semerbak harum mewangi... bunga kemuning...

Lagu yang dipopulerkan oleh Marini ini menggambarkan betapa wanginya bunga yang memiliki nama latin Murraya paniculata ini. Kemuning memang terkenal sebagai bunga yang memiliki wangi yang khas dengan warna putih berbentuk kecil-kecil dan biasa ditanam untuk tanaman hias dan tanaman pagar.

Tapi selain wangi, kemuning yang memiliki nama daerah kamuning (Sunda, Menado, Makasar), kemuning atau kumuning (Jawa), kemoning (Bali), kamuni (Bima), dan kamoni (Ambon) ini ternyata mengandung cadinene, methyl-anthranilate, bisabolene, B-caryophyllene, geraniol, carene-3, eugenol, citronellol, methyl-salicylate, paniculatin, tanin dan coumurrayin pada daun, serta scopoletin pada bunga dan semi-a-carotenone pada buah. Kemuning disebut juga orangejasmine dalam bahasa Inggris karena tanaman ini memiliki bentuk bunga seperti melati (putih dan kecil) serta wanginya pun harum.

Karena kandungan-kandungan tersebut, kemuning dikenal pula bisa berkhasiat sebagai obat, baik pada bagian daun, ranting, akar dan juga kulit batang. Kemuning berkhasiat sebagai pemati rasa (anestesia), penenang (sedatif), antiradang, anti-rematik, anti-tiroid, penghilang bengkak, pelancar peredaran darah dan penghalus kulit.

Hasil Penelitian

Beberapa penelitian telah dilakukan untuk membuktikan efek farmakologis dari kemuning,
seperti :

1. Infus daun kemuning dengan dosis 1.000mg serbuk/kg berat badan mencit albino untuk efek analgesik dengan bahan pembanding asetosal 52mg/kg berat badan, memberikan efek analgesik (Pudjiastuti, dkk., Cermin Dunia Kedokteran, No. 59, 1989) .

2. Infus daun kemuning dengan dosis 210mg, 420mg dan 840mg/200g berat badan diberikan per oral pada tikus sesaat sebelum penyuntikan 0,2 ml larutan karagenin 1 % dalam NaCl fisiolofis secara subplantar (zat pembuat udem buatan). Pada infus dengan dosis 840mg/200g berat badan menunjukkan efek anti-inflamasi mendekati natrium diklofenak dengan dosis 8mg/200 g berat badan yang digunakan sebagai pembanding (Farida Ibrahim, Juheini, Katrin, Rosrini, Jurusan Farmasi FMIPA UI - warta Perhipba No. I/III, Jan-Maret 1995) .

3. Infus daun kemuning 10%, 20%, 30%, 40% sebanyak 0,5 ml pada mencit dapat menurunkan berat badan secara bermakna (Ika Murni Sugiarti, Jurusan Biologi FMIPA UNAIR, 1990).

Contoh Pemakaian Kemuning Untuk Obat :


1. Bisul
Akar kemuning kering sebanyak 30 g dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai air rebusannya tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum. Sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.

2. Rematik, keseleo, memar
Akar kemuning kering sebanyak 15 - 30 g dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Tambahkan arak dan air masing-masing 1 1/2 gelas, lalu direbus sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum 2 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

3. Memar
Kemuning dan kaca piring, masing-masing daun segar, sama banyak, dicuci lalu digiling halus. Tambahkan sedikit arak sambil diaduk di atas api. Hangat-hangat ditempelkan pada bagian tubuh yang memar.

4. Nyeri rematik sendi
Akar kemuning dan akar tembelekan (Lantana camara) dicuci, tambahkan 3 pasang kaki ayam. Semua bahan dipotong-potong seperlunya lalu tambahkan air secukupnya sampai terendam/ Semua bahan tersebut lalu ditim. Hangat-hangat lalu airnya diminum sekaligus.

5. Sakit gigi
Minyak yang keluar dari kulit batang kemuning yang dibakar diteteskan ke dalam gigi yang berlubang.

6. Melangsingkan badan
Daun kemuning segar dan daun mengkudu (Morinda citrifolia) masing-masing segenggam penuh dan temu giring sebanyak 1/2 jari kelingking ditumbuk halus. Tambahkan 1 cangkir air masak sambil diaduk merata. Peras dengan sepotong kain. Air yang terkumpul diminum sekaligus pada pagi hari sebelum makan.

7. Radang buah zakar
Daun kemuning segar sebanyak 60 g dan herba sambiloto sebanyak 35 g dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai airnya tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

8. Infeksi saluran kencing
Daun kemuning segar sebanyak 35 g dicuci lalu tambahkan 3 gelas air bersih. Rebus sampai airnya tersisa separonya. Setelah dingin disaring dan diminum 3 3 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

9. Datang haid tidak teratur
Daun kemuning dan daun pacar kuku (Lawsonia inermis) masing-masing bahan segar sebanyak 1/2 genggam, rimpang temulawak 1 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Tambahkan 3 gelas air bersih lalu direbus sampai airnya tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

10. Kulit kasar
Daun kemuning segar sebanyak 30 g dicuci lalu ditumbuk sampai lumat. Tambahkan air bersih 1 gelas sambil diaduk rata. Bahan tersebut lalu dilulurkan pada kulit sebelum tidur.

Sumber : Atlas Tumbuhan Obat Indonesia , Jilid 1, oleh dr. Setiawan Dalimartha, Penerbit Trubus Agriwidya

Rawabelong
Pic from : Geocities

Baca Selengkapnya.... »»
Bookmark and Share

Bunga Kuburan Sanggup Menyembuhkan

Diposting oleh emirgarden | Senin, Desember 01, 2008 | , | 0 komentar »


Bunga dari tanaman yang satu ini memang jarang yang peduli. Sebagian besar orang peduli hanya karena lokasi penanamannya saja yang memang kurang strategis sehingga akhirnya bunganya sering disebut sebagai "bunga kuburan". Ya, kamboja, adalah nama sebenarnya. Di Bali atau di Hawaii, tanaman ini jauh lebih tinggi derajatnya. Mereka ditanam di mana-mana, bahkandikenakan sebagai hiasan di tubuh. Dan hari ini, Anda akan mengenal pohon kamboja lebih dekat, sebagai tanaman yang ternyata memiliki begitu banyak kasiat bagi kesehatan.

Pohon yang bunganya selalu ada sepanjang tahun ini menyukai sinar matahari yang berlimpah karena ia adalah tanaman khas daerah tropis. Ada bunganya yang putih, ada pula yang merah. Tapi yang putih-lah yang lazim dimanfaatkan sebagai bahan obat alami karena bunganya besar-besar dan lebih gampang ditemukan disana-sini.

Tidak banyak yang tahu bahwa bunga kamboja termasuk jenis bunga yang dapat dimakan seperti layaknya ketika Anda menyantap bunga papaya dan bunya turi. Dimakan Ala Jepang, ala Jawa Barat maupun ala Jawa Timur, boleh saja. Bunga kamboja ini berkhasiat meredakan demam, menghentikan batuk, melancarkan keluar air seni, menghentikan mencret karena disentri, mencegah pingsan karena hawa panas dan menyembuhkan sembelit (jika dikonsumsi dalam jumlah banyak).

Untuk mengkonsumsi bunga kamboja, Anda tidak boleh asal kunyah sehabis mencabut dari pohon. Pertama, Anda harus mencucinya dengan bersih dan dibuat menjadi layu dulu dengan tujuan agar getahnya hilang lalu dimakan mentah atau dikukus. Cara lain, ambil mahkotanya saja, karena di sana tidak ada getah. Sedangkan bagian tangkai bunga (tempat menguncupnya bunga), harus dibuang sebelum dimakan karena merupakan sumber getahnya. Jika Anda malas memakannya, Anda bisa merebus bunga ini dan meminum air rebusannya sebanyak 3 kali sehari.

Walau resep di atas selalu menghindar dari getah, tapi getah pohon kamboja tetap memiliki khasiat yang baik bagi tubuh. Jika dioleskan pada bagian yang sakit sebanyak 2-3 kali sehari, maka getah tersebut bisa mempercepat pematangan bisul, merontokkan kutil dan kapalan, mengeluarkan benda (tulang ikan atau duri) dari bawah kulit serta menyembuhkan tumit yang pecah-pecah. Untuk mendapat getah, patahkan pangkal daun atau potong batang kamboja. Tapi hati-hati, getah ini jangan sampai kena mata karena bisa mengakibatkan kebutaan.

Potongan batang, kulit batang atau bagian akar kamboja juga bisa dipakai sebagai obat luar untuk mengempiskan bengkak, menyembuhkan borok atau untuk menghaluskan kulit yang pecah-pecah. Caranya, tinggal rebus saja dan air rebusan yang masih hangat dapat dioleskan atau dipakai merendam bagian yang sakit.

Dan hebatnya lagi, walaupun masih dalam penelitian, senyawa fulvoplumierin yang terdapat pada daun, batang dan akar kamboja ditemukan dapat dipakai untuk menghambat perkembangan kuman TBC, menghambat disentri, radang saluran pernafasan dan hepatitis. Semoga penelitiannya bisa cepat selesai dan diterapkan, berhubung tanaman yang satu ini sangat mudah ditemukan.

Karena itu, jangan 'takut' lagi dengan si bunga kamboja yang harum. Ciptaan Tuhan yang satu ini memang tidak mengecewakan!

Terima kasih kepada : www.rawabelong.com

Baca Selengkapnya.... »»
Bookmark and Share