Photobucket

Haworthia, Si Bandel Yang Kerap Disangka Kaktus

Diposting oleh emirgarden | Rabu, Juni 10, 2009 | | 0 komentar »


Tanaman ini menyukai media tanam yang kering. Perawakannya mirip kaktus. Tak heran banyak orang menyangka Haworthia sebagai kaktus.

Haworthia adalah tanaman bandel asal Afrika Selatan. Ia menyukai matahari, tidak perlu sering disiram, sehingga cocok untuk mereka yang tak punya banyak waktu mengurus tanaman.

Daun tanaman ini unik. Tebal, berwarna hijau tua

berhias bercak atau garis putih, dan memiliki susunan daun yang beragam. Ada daun yang tebal dan kaku menyerupai batu. Inilah sebabnya mengapa orang juga menyebutnya dengan sebutan daun batu.

Para penjual tanaman kerap kali memajang Haworthia berdekatan dengan kaktus. Perawakan tanaman mungil (tingginya sekitar 1-3cm saja). Karena kemiripannya dengan kaktus, banyak orang mengira Haworthia adalah sejenis kaktus. Padahal Haworthia sama sekali tidak memiliki hubungan kekerabatan dengan kaktus. Ia lebih dekat dengan famili Lyliceae.

Beberapa jenis Haworthia bahkan membutuhkan waktu satu tahun untuk menambah tinggi badannya. Di habitat aslinya, sangking pendeknya ukuran daun, Haworthia seringkali terkubur pasir. Itulah sebabnya tak mudah menemukan spesies ini di habitat aslinya.
Menanam dan merawat Haworthia tidak sulit. Ia dapat ditanam pada pot berukuran mungil juga. Yang penting, media tanamnya kering. Untuk itu dapat digunakan campuran pasir malang dan kompos atau pupuk kandang. Soal penempatan, bisa di dalam ruangan.

Namun begitu, jemur tanaman ini beberapa hari untuk memenuhi kebutuhan akan sinar matahari. Penyiraman tak perlu sering dilakukan, cukup tiga sampai empat hari sekali. Media tanam yang terlalu lembap, apalagi sampai tergenang air, akan mengakibatkan akar Haworthia membusuk. (Anissa/iDEA)

kompas

Baca Selengkapnya.... »»
Bookmark and Share

Rumput Hijau Penyambut Tamu

Diposting oleh emirgarden | Senin, Juni 08, 2009 | | 0 komentar »


Nuansa hijau di halaman rumah memberikan kesan sejuk nan ramah. Seolah-olah siap menyambut baik tamu yang datang.

Taman tak harus selalu rimbun dengan banyak tanaman. Hamparan rumput hijau sudah cukup untuk membuat halaman yang indah. Konsep demikian itu sekaligus menciptakan entrance yang "ramah" menyambut tamu.

Banyak orang menutup seluruh halamannya dengan

semen dan lantai keramik. Padahal, keadaan demikian dapat menciptakan tampilan fasad yang "kering", kaku, bahkan tak ramah. Warna hijau alami selalu bisa menjadi solusi jitu "mencairkan" kekakuan tampilan fasad.

Tak harus memiliki lahan luas. Lahan sempit pun bisa dimaksimalkan. Agar tak terlihat penuh, tak perlu tempatkan banyak jenis tanaman. Cukup tentukan satu atau dua jenis tanaman. Fokuskan pada tepi (border), biarkan bagian tengahnya kosong. Dengan demikian, lahan sempit pun tampak lega. Halaman yang hijau pun siap menyambut setiap tamu yang berkunjung ke rumah. (Anissa/iDEA)

kompas

Baca Selengkapnya.... »»
Bookmark and Share

Budi Daya Lidah Buaya Menjanjikan

Diposting oleh emirgarden | Jumat, Juni 05, 2009 | | 0 komentar »


Budi daya lidah buaya atau Aloevera sangat menjanjikan. Karena lidah buaya bukan semata tanaman hias, tapi menjadi bahan dasar minuman yang menyehatkan. Bahkan bisa dijadikan tepung untuk bahan dasar kosmetika.

”Lidah buaya yang dapat menambah nilai ekonomis dan jenis unggulan adalah barbadencise dan sinencise. Karena pelepahnya besar dan tebal,” kata Syamsuri Ketua Koperasi Serba Usaha (KSU)

Tani Aloevera di Kampus UI Depok, Rabu (29/4).

Selama ini, KSU Tani Aloevera bekerja sama dengan Pusat Sinergi Riset dan Bisnis Fakultas MIPA UI yang dipimpin Erlin Nurtiyani. Menurut Erlin, pihaknya sudah memiliki lima paten produk lidah buaya dalam bentuk minuman, kapsul, tepung, dan evervesant.

Dengan mendirikan PT Kavera Biotech, Erlin memproduksi semua itu dengan bahan baku yang dipasok dari KSU Tani Aloevera. Namun, kata Erlin, produknya hanya menggunakan lidah buaya organik.

”Dari uji coba laboratorium, aloevera yang menggunakan pupuk kimia hasilnya tidak bagus,” katanya yang meneliti pengolahan lidah buaya sejak 1998 dan baru mempatenkannya tahun 2001.

Menurut Erlin, sambutan pasar sangat bagus atas minuman lidah buaya. Petinggi di Mabes Polri menjadi salah satu pelanggannya. Bahkan pernah dikirim ke Abu Dhabi. ”Namun kami belum siap memenuhi permintaan pasar karena kekurangan bahan baku,” kata Erlin yang berharap minuman lidah buaya bisa menjadi ”Coca-Cola”-nya Indonesia. ”Bulan depan kami sudah ada investor yang sanggup menyediakan mesin untuk pabrik pembuatan minuman dalam kemasan sachet di Sawangan, Depok,” kata Erlin.

Minuman lidah buaya Kavera dikemas dalam botol kaca ukuran 300 ml dijual Rp 7.500 dan untuk ukuran gelas Rp 3.000. Minuman Kavera bisa bertahan sampai satu tahun, meskipun tanpa bahan pengawet. ”Namun Kavera tidak dipasarkan ke pasar modern,” kata Erlin.
Rp 1.000/kg

Sementara itu, Syamsuri mengatakan, KSU Tani Aloevera sudah membina petani-petani di Depok untuk bercocok tanam lidah buaya yang hasilnya mencapai 5 ton sekali panen. Panen lidah buaya rutin dilakukan setiap bulan dengan memetik dua pelepah dari setiap pohon. ”Padahal, kebutuhan lidah buaya dalam satu hari minimal 1 ton,” katanya.

Karena itu, KSU Tani Aloevera mengajak masyarakat menjadi petani lidah buaya dan hasil panennya nanti akan dibeli koperasi dengan harga Rp 1.000/kg. ”Semua lidah buaya hasil dari petani yang kami bina, pasti dibeli oleh koperasi,” ujar Syamsuri.

Syarat untuk mendapat jaminan hasil lidah buaya di beli koperasi antara lain wajib menjadi kelompok tani binaan KSU Tani Aloevera, membeli bibit dari koperasi, serta kualitas tanaman standar koperasi, seperti pelepah tidak luka dan cara pemetikan dilakukan dengan benar.

Harga bibit lidah buaya Rp 2.000/batang umur dua bulan, untuk pupuk organik dan pupuk kandang kambing dipasok koperasi. ”Karena pupuk organik dan pupuk kotoran kambing sangat baik untuk pertumbuhan lidah buaya. Jika menggunakan pupuk kotoran ayam hasilnya tidak bagus. Kalau menggunakan kotoran sapi harus direbus dulu,” kata Syamsuri sambil menambahkan petani bisa menjual bibit anakan lidah buaya ke koperasi Rp 1.000/batang. (Mirmo Saptono)

situshijau
pic from tanamanberkhasiat

Baca Selengkapnya.... »»
Bookmark and Share

Membuat Adenium Rajin Berbunga

Diposting oleh emirgarden | Rabu, Juni 03, 2009 | , | 1 komentar »


Adenium bentuknya memang unik. Apalagi jika berbunga, cantik sekali. Kini banyak silangan adenium yang menampilkan bunga dengan bermacam warna. Tapi sayangnya jika sekali berbunga, ditunggu-tunggu yang selanjutnya lama baru berbunga.

Padahal, adenium bisa dibuat berbunga sepanjang waktu. Chandra Gunawan, pehobi adenium, telah membuktikannya di Godongijo, nursery-nya yang luas di Sawangan (Bogor). Berikut ini tipsnya agar tanaman asal gurun

pasir itu rajin berbunga.

Pemangkasan adalah kuncinya. Batang adenium yang tumbuh memanjang akan memberi kesan berantakan. Pemangkasan batang utama bisa dilakukan sesuai dengan keinginan pehobi. Kalau mau yang bentuknya tinggi maka batang yang dipotong juga agak tinggi pula. Selain batang utama, pemangkasan cabang juga dilakukan. Tujuannya agar tampil rimbun. Pemangkasan cabang tersebut, juga bisa memutus siklus hidup hama dan penyakit, serta kunci utama untuk membungakan adenium secara serempak di tiap cabangnya.

Pemangkasan itu akan menghasilkan tunas-tunas baru di tiap cabang yang dipangkas. Dari tunas baru inilah, nanti bakal keluar bunga. Tapi yang harus diperhatikan sebelum melakukan penggundulan, pastikan tanaman itu sehat dan media tanamnya subur. Pemberian pupuk slow release atau NPK sebaiknya dua minggu sebelum ”eksekusi” itu.

Menurut Chandra, yang jarang diperhatikan oleh pehobi adalah kesterilan alat pemotong. Gunting atau pisau yang dipakai sering kali kotor.

Peralatan yang tidak steril seringkali menyebabkan kegagalan. Sebab bekas irisannya menjadi busuk yang bisa merembet ke bagian lain. Harapan untuk memperoleh adenium yang indah, sirna karena kecerobohan.

Sebaiknya pemangkasan dilakukan di pagi hari agar bekas potongan bisa cepat kering. Tidak disarankan penggundulan itu dilakukan di musim hujan, sebab batang yang baru terpotong bila terkena air akan membusuk.

Jika adenium yang sudah gundul sejak awal dalam kondisi bagus, tanaman sehat dan kondisi medianya subur maka dalam tujuh sampai 12 hari sesudah pemangkasan akan tumbuh tunas-tunas baru dan enam sampai delapan minggu kemudian muncul kuncup bunga.

Jangan lupa menaruhnya di tempat yang mendapat matahari minimal tujuh jam per hari. Sebab tanaman ini menyukai sinar matahari. Jika tidak terkena matahari maka proses pembungaan akan gagal. Kuncup yang sedang terbentuk bisa gagal.

nusacendanabiz

Baca Selengkapnya.... »»
Bookmark and Share

Tillandsia, Nenas Mungil Yang Cantik

Diposting oleh emirgarden | Senin, Juni 01, 2009 | | 0 komentar »


Tanaman jenis nenas-nenasan ini sangat mudah dipelihara. Tak perlu rajin dipupuk dan disiram, tanaman ini tetap tumbuh dengan baik. Bunganya yang tumbuh cantik, bisa membuat rumah Anda semakin berwarna.

Tanaman unik ini, Tillandsia cyanea, termasuk ke dalam famili Bromelia (Bromeliaceae) atau jenis nenas-nenasan. Dilihat dari bentuknya, Tillandsia memang mirip dengan tanaman buah nenas, namun berukuran lebih kecil.

Tillandsia banyak tumbuh dan berasal dari kawasan Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Amerika Utara.

Berdasarkan habitat aslinya, Tillandsia termasuk tumbuhan epifit atau tumbuh dengan cara menempel di tanaman lain, misalnya pakis atau kayu. Jumlah spesies Tillandsia mencapai 500-an jumlahnya. Yang mudah ditemui antara lain spesies T. butzii, T. ionantha selecta, T. stricta, T. bulbosa, T. straminea stem type, T. aeranthos, atau T. araujei hybrid orient. Terkadang, orang menyebutnya sebagai tanaman janggut dewa, karena ada jenis yang memiliki daun seperti janggut.

Bentuk daun Tillandsia sangat unik, bergerombol, dan berlapis-lapis seperti nenas. Menurut para pemiliki nurseri, tanaman ini sangat berpotensi dijadikan salah satu elemen penyejuk taman. "Nenas bentuknya lebih besar, sedangkan Tillandsia yang ada di sini masih lebih banyak diimpor, bentuknya mini-mini. Tingginya tak lebih dari 15 cm dan medianya ditempel di pakis atau kayu," tutur Donny Hernadi, Manajer Venita Supermarket Tanaman.

Menurut Donny, banyak orang memilih Tillandsia sebagai hiasan di teras rumah atau taman, karena sangat mudah dirawat. "Saking gampangnya, didiamkan tanpa perawatan pun, akan tetap hidup. Enggak perlu disiram dan dipupuk, akan tetap tumbuh." Kendati demikian, jika tanaman ini sudah terlalu kering, tetap akan mati dan tak bisa tumbuh lagi. Namun, lanjut Donny, terkadang tanaman ini juga mati, justru karena terlalu sering disiram. Uniknya, jika tanaman pokoknya mati, anakannya akan tetap tumbuh.

"Jika anakannya banyak, pisahkan saja. Lalu, potong-potong dan tempel-tempelkan lagi di kayu atau pakis. Tillandsia akan tumbuh secara memanjang. Di negeri asalnya, Amerika, ada lem khusus untuk menempelnya. Di sini, biasanya cukup dengan lem cair, sudah bisa menempel. Tillandsia bisa tumbuh lagi," urai Donny.

MUDAH TUMBUH

Mengapa Tillandsia bisa tumbuh dengan mudah? Menurut Donny, karena tergolong air plant, tanaman ini mampu mengambil uap air dari udara. Letakkan saja tanaman ini di tempat terbuka dan terkena sinar matahari. "Tillandsia bisa tetap tumbuh saat disimpan di tempat teduh. Tapi, warnanya bisa berubah. Misalnya, yang tadinya berwarna silver (perak) berubah jadi hijau, tidak seperti aslinya lagi. Jika ingin menghasilkan warna yang bagus dan asli, harus terkena panas secara penuh."

Tillandsia jenis tertentu bisa tumbuh membesar dengan warna daun dan bunga yang sangat indah jika ditanam di media campuran cocopeat, sekam bakar, dan pakis halus. Hanya saja, kata Donny, jenis yang bisa membesar ini tidak terlalu suka dengan sinar matahari langsung. "Tempatkan saja di lokasi yang agak teduh, misalnya di bawah jendela di depan rumah."

Selain mudah dirawat, Tillandsia pun cukup mudah dibudidaya. Berdasarkan sumber dari Bromelia Nursery, cara semai menjadi salah satu langkah mudah untuk memperbanyak Tillandsia. Bahkan, hasil dari perbanyakan Tillandsia bisa mencapai 100 persen. Sebab, Tillandsia lebih banyak melakukan perkawinan sendiri.

Benih tannaman ini akan tumbuh sempurna jika syarat-syarat pendukungnya dipenuhi. Antara lain, tingkat kelembapan, sumber cahaya, dan sirkulasi udaranya cocok untuk benih tanaman ini. Sebaiknya, benih yang ditanam tidak langsung terkena sinar matahari, dan harus berada di bawah naungan, misalnya di bawah paranet.

FAKTA SEPUTAR TILLANDSIA

1. BUNGANYA INDAH. Bunga Tillandsia sangat cantik, berwarna-warni, seperti merah atau ungu. Kombinasi bentuk daun dan warna bunganya sangat menarik dan cocok sebagai penghias taman mungil.
2. BIJI BENIH. Pembiakan Tillandsia melalui biji benih dan anakan dihasilkan dari pokok tanaman atau pups.
3. KONDISI LINGKUNGAN. Saat melakukan penyemaian, penting untuk memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, agar tanaman ini tumbuh sempurna

situshijau
pic from mstation

Baca Selengkapnya.... »»
Bookmark and Share